Wednesday, February 1, 2017

Dalam Sebuah Kesempatan

Rasulullah : "Siapa di antara kalian yg pagi ini sedang berpuasa ?"
Abu Bakr.  : "Saya"
Rasulullah : "Siapa di antara kalian yg hari ini telah mengantarkan jenazah?"
Abu Bakr.  : "Saya"
Rasulullah : "Siapa di antara kalian yg hari ini telah memberi makan orang miskin?"
Abu Bakr.  : "Saya"
Rasulullah : "Siapa di antara kalian yg hari ini telah menjenguk orang sakit?"
Abu Bakr.  : "Saya"
Rasulullah : "Tidaklah semua itu ada pada seseorang, kecuali dia pasti akan masuk surga"

(Semoga menjadi pelajaran)

Monday, September 26, 2016

Lirik Mars Asrama TPB IPB

Kami adalah insan asrama
Bersatu padu membina bangsa
Gali potensi diri raih prestasi tinggi
Tuk menjadi insan sejati

Kami adalah insan asrama
Bersatu padu membangun negri
Meraih cita tinggi menggapai asa pasti
Berkorban demi bumi pertiwi

Bersama di asrama
Memegang teguh kebenaran
Bersama di asrama
Menjunjung kebersamaan
                  
Satukan hati raih cita hakiki
Tak kan hilang waktu berganti



*note : kalo mau donlot bisa kesini

Saturday, September 17, 2016

Masih Ngayogyokarto : Gunung Api Purba Nglanggeran

Puncak Nglanggeran
Jogja ternyata juga punya gunung yang sak klebatan munggah. Namanya Gunung Api Purba Nglanggeran. Didominasi oleh bebatuan. Gunung ini gak terlalu tinggi tapi punya pemandangan yang keren. Ya mirip panderman kalo di Batu lah. Gunung ini terletak di Kabupaten Gunung Kidul. Dan ternyata Gunung Kidul gak cuma punya deretan pepantaian yang amazing tapi juga punya Gegunungan yang menyejukkan.

Nglanggeran bisa ditempuh sekitar 30 menitan dari Sleman. Waktu itu kita ke sana sama Kang Mamet dan Mbak Depi. Beliau berdua berdomisili di Purworejo dan Sleman jadi ya mayan lah satu kawasan deket. Habis sholat subuh kita berangkat ke Nglanggeran. Jalanan sepi dan mulus karena memang masih pagi buta juga.

Di sekitaran Nglanggeran ternyata tidak hanya gunung api saja, namun ternyata juga ada embung alias waduk, biasa dikenal dengan Embung Nglanggeran. Sampai di sana kita putuskan untuk naik ke gunung dulu.

Friday, September 16, 2016

Wisata Kalibiru Ngayogyokarto

Wisata Kalibiru
Jogja memang terkenal akan wisatanya, baik wisata belanja terutama di area malioboro serta wisata budaya.  Secara di jogja ada kraton, banyak candi-candian, bahkan salah satunya pernah masuk di daftar keajaiban dunia, yakni Candi Borobudur. Wisata alam pun gak kalah rame juga. Kalo dulu jaman SMP sekitar tahun 2000an kita ke Jogja, paling wisata alamnya ke pantai Parangtritis. Kalo sekarang lebih banyak lagi pantai yang bisa dijangkau di area Jogja bahkan deretan pantai yang keren-keren. Tidak hanya Parangtritis, sekarang mulai terkenal pantai Indrayanti, Kukup, Depok, Glagah, dan panta-pantai lain di wilayah Jogja terutama daerah gunung Kidul dan Sekitarnya.

Jaman sekarang, klop deh tempat wisata dan media social. Ketika dua hal itu melakukan fusion, maka yang terjadi adalah tempat wisata yang makin dikenal oleh masyarakat modern seperti kita-kita ini. Salah satu korban fusion itu adalah Wisata Kalibiru yang ada di Kabupaten Kulonprogo, Jogja.

Pertama kali terkenal, mungkin maksudnya saya pertama kali mengenal wisata ini dari foto yang ada di Instagram. Taunya sih cuma foto keren kayak teras dari kayu yang ada di atas pohon, jadi bisa ngeliat pemandangan yang MasyaAllah. Tapi nggak terlalu merhatiin tempatnya dimana. Cuma keren aja sih kayaknya. Kayaknya.

Baru deh tau tempatnya yg sebenarnya ketika main ke Purworejo, ke rumah Juragan Mamet.

Thursday, September 8, 2016

Mars SMA Negeri 2 Pare




Teringat jaman SMA jadi inget-inget mars, yang setiap upacara hari senin selalu dinyanyikan.
Semangat muda!

Mars SMA Negeri 2 Pare

Marilah siswa siswi di SMA 
Negeri 2 Pare Kediri
Bersatu padu dalam tuntut ilmu 
demi bekal masa depanmu

Dengan belajar giat penuh semangat
Maju trus dan pantang menyerah
Agar jadi manusia pancasila
Membangun bangsa negara

Bertaqwa pada Tuhan luhur budi
Sehat jasmani dan rohani
Tanggung jawab, mandiri, cerdas, terampil
Untuk bakti membangun negeri

Dasar Pancasila, falsafahku
Tutwuri handayani, panjiku
Wiyata mandala, wawasanku
Serta giat belajar tekadku

JAYA SMA NEGERI 2 PARE

Wednesday, September 7, 2016

Pendakian Puncak Pawitra Gunung Penanggungan 1653 mdpl

Gunung Arjuno Welirang dilihat dari Puncak Gunung Penanggungan
Biasa banget judulnya. Standar. Jadi banyak yang bilang Gunung Penanggungan itu miniaturnya Gunung Semeru. Yaa, lets prove it lah, apa bener orang bilang gitu. Secara ketinggian saja beda agak jauh sih. Menurut info yang beredar, ketinggian Gunung Semeru 3.676 mdpl dan ketinggian Gunung Penanggungan adalah 1.653 mdpl. Yaa bedanya seribu lebih lah. Jadi Penanggungan ini merupakan agenda selanjutnya bersama Pak No Nova Didit setelah dari Panderman. Beliau sebelumnya memang sudah pernah ke Penanggungan bersama kawan-kawannya namun waktu itu beliau disambut badai di sana. Replay lah kita. Rencana kita berangkat bersama kawan kampusnya Didit. Dari Pare motoran lah kita menuju tkp tempat kumpul pasukan di Alun-Alun Batu. Makan-makan siang sebentar isi perut sambil nunggu mas Eki, pemuda yang berasal dari kepulauan di pojok kanan atas wilayah Jawa dan motornya ber plat M. Ada yg tahu? Ya, mas Eki asalnya dari Kabupaten Sumenep wilayah Kepulauan Kangean. Agak jauh sih. Sepertinya seru kalo main ke sana.

Oke makan-makan kenyang-kenyang kita bertiga langsung gass santai menuju arah Cangar, mampir di minimarket bentar buat isi perbekalan. Kemudian masuk area Tahura R. Soerdjo arah ke Trawas. Melewati jalan yang berkelok naik turun masuk keluar hutan lewat jembatan dan jalan yang kadang agak rusak diselimuti hawa dingin dan latar pemandangan yang indah. Sampailah kita di daerah Tamiajeng, wilayah Kabupaten Mojokerto, deketnya kampus Ubaya. Tamiajeng ini menjadi jalur yang kita pake buat naik ke Penanggungan.

Berangkat dari Batu kita sekitar pukul 2 siang, nyampe di Tamiajeng sekitar pukul 5 sore lah. Santai-santai bentar, kondisi cuaca agak mendung tapi masih worth buat naik. Lapor-lapor perijinan, kita take off pukul setengah 6 sore, sholat Maghrib di pos 1. Sepi banget di pos 1 meski masih ada warung kecil, baying masih kosong, kita pun sholat di atas dipan,daripada buka-buka matras juga. Makan minum bentar beli di warung, lanjut lah kita pamit menuju pos selanjutnya.

Di pos sekian, lupa, ketemu sama rekan pendaki juga dari Tulangan, Sidoarjo. Duh jadi keinget Gus Ali, dulu pernah ngisi tausiah di Masjid Darusshobirin. Lanjut lah kita menapaki perjalanan dalam gelap dan sunyi nya malam. Santai kita jalan akhirnya sampai juga di pos 4, weh ternyata sudah banyak tenda berdiri di area ini. Info dari mas Didit lanjut lah kita untuk buka tenda di puncak bayangan.

Friday, February 5, 2016

7 Macam Produk Hasil Olahan Surimi


Produk olahan surimi (qlfoods)
Surimi merupakan produk intermediate, maksudnya adalah surimi sebenarnya bukan merupakan hasil akhir dari suatu proses pengolahan ikan. Surimi adalah bahan antara, sebagai bahan baku untuk pembuatan produk olahan surimi. Produk dengan bahan baku ikan, terutama ikan berdaging putih dapat menggunakan surimi sebagai bahan bakunya.

Surimi disimpan dan diperjual belikan dalam bentuk beku / frozen. Sebelum surimi diolah maka terlebih dahulu harus di thawing/dicairkan atau dipotong kecil-kecil. Selanjutnya surimi bisa dicampurkan dengan bahan lain dan dimasak sesuai dengan proses produksinya.

Pada umumnya produk olahan surimi merupakan makanan yang digemari oleh masyarakat Asia, terutama Asia Timur seperti Jepang, Korea, Taiwan, dll. Namun produk olahan surimi kini telah berkembang menjangkau ke berbagai belahan dunia. Produk ini merupakan produk yang ready to eat maupun ready to cook. 

Beberapa produk olahan surimi antara lain :

1.  Kamaboko

Kamaboko (discovernikkei)
Kamaboko merupakan olahan surimi yang banyak diolah di Jepang. Pasta surimi, dibentuk seperti gundukan diatas papan kayu. Biasanya permukaan surimi tersebut diberi pewarna sebagai daya tarik. Kemudian surimi tersebut dipanaskan dengan suhu rendah (sekitar 20-40oC). Pemanasan dengan suhu rendah ini bertujuan untuk meningkatkan sifat kekenyalan kamaboko. Selanjutnya kamaboko tersebut dimatangkan dengan dikukus atau dipanggang. 

Kamaboko yang diproses dengan dikukus biasa disebut mushi kamaboko,

Wednesday, January 20, 2016

Surimi, sudah kenal belum?

Produk olahan surimi : fishball, chikuwa, crabstick, dll (hiwtc.com)


Mungkin masih banyak orang yang belum mengenal kata surimi. Pertama, surimi adalah bahan makanan. Sesuai dengan namanya, surimi (すり) awalnya berasal dari Jepang namun kini sudah banyak dikonsumsi di dunia. Surimi pada dasarnya merupakan hancuran atau lumatan daging ikan. Jadi secara sederhana, daging ikan murni, yang telah terpisah dari kulit, duri, sisik, kepala, bisa disebut sebagai surimi. Secara komersial, surimi dijual dalam bentuk daging ikan lumat yang telah dibekukan dan berbentuk blok kotak/balok.

Meskipun disebut hancuran daging ikan, tidak semua jenis ikan digunakan untuk membuat surimi. Ikan yang memiliki daging berwarna putih (white meat)

Thursday, January 14, 2016

Katanya sih..




Praktis hampir satu tahun tidak ada aktivitas di blog ini, sejak terakhir posting di bulan Februari tahun lalu, sekarang sudah bulan Januari 2016. Sudah lama juga blog ini tidak saya tengok. Baru kemarin saya nengok blog gara-gara temen, si Huri, baru belajar mainan blog. Saya pun teringat bahwa saya juga punya blog.. yang notabene sudah lama tidak tersentuh.

Banyak hal terjadi di di selang waktu antara bulan Februari tahun lalu sampai sekarang. Mulai dari hal kecil yang bermakna sampai hal besar yang lebih bermakna. Peralihan dari dunia kampus menuju dunia luar kampus, yang sampai saat ini sebenarnya masih merasa kangen dengan dunia kampus. Teman sejawat sepenanggungan pun sudah ada yang sukses bekerja, berwirausaha, nikah, punya anak, punya rumah, suksess, sehat selalu, amin.

Pengelolaan diri yang lebih mandiri, dari yang dahulu ada yang back up terkait materil, sekarang sudah mulai bertransformasi menjadi pribadi yang bisa dikatakan lebih mandiri. Kegiatan favorit, yakni hiburan jjs jalan-jalan sore yang sebelumnya terasa gampang dan mudah dilakukan setiap saat -meskipun sering terganjal materil- hingga sekarang yang agak sulit untuk keluar untuk sekedar hiburan jjs. 

Masalah hiburan jalan-jalan nih, ada yang mengatakan kalau

- Di jaman kuliah, waktu luang banyak, bisa jalan-jalan di waktu weekday dimana TKP pun tidak terlalu crowded. Teman pun juga banyak tinggal sepakat mau jalan kapan. Hanya saja di masa ini keuangan pun terkadang jadi kendala, harus berpikir keras supaya bisa very very low cost carrier. Tapi itu ternyata memang memiliki sensasi tersendiri.

Tuesday, February 17, 2015

Hiking Santai : Pendakian Bukit atau Gunung Panderman

Buat teman-teman yang lagi cari tempat buat pentaikat alias pendakian santai nan singkat hehe maksa singkatannya. Bisa coba berkunjung ke daerah Batu Jawa Timur. Di daerah Batu terdapat semacam gunung dan atau bisa disebut juga dengan bukit karena tingginya yang tidak terlalu tinggi sekitar 2000 mdpl. Gunung itu bernama gunung panderman. Kalau dari arah Malang arahnya ke arah Batu. Sebelum alun-alun Batu belok kananlah kemudian tanya-tanya aja sama penduduk kalo mau ke panderman liwat mana hehe.
 
Pemandangan dari Panderman

Pendakian panderman termasuk

Saturday, February 14, 2015

Surganya Jakarta : Kepulauan Seribu

Macet dan polusi. Barangkali dua kata itu yang terlontar dari masyarakat ketika ditanya tentang Ibukota Indonesia yakni Kota DKI Jakarta. Memang secara terpampang nyata macet dan polusi adalah hidangan sehari-hari yang biasa dinikmati. Lama-lama bakal jenuh juga ya kalau setiap hari bergulat dengan hal-hal tersebut.

Nah, ternyata nih Jakarta tidak hanya mempunyai macet dan polusi saja, Jakarta juga punya surga loh. Surga kawasan wisata alam yang jauh dari macet dan polusi. Berasa oase di padang pasir deh hehe Wilayah tersebut berada di sebelah utara Jakarta, yaitu Kepulauan Seribu. Banyak pulau-pulau kecil yang terdapat di Kepulauan Seribu dan menyimpan berjuta pesona. Ada beberapa pulau besar yang dihuni oleh masyarakat Jakarta seperti Pulau Tidung, Pramuka, dan Harapan. Namun terdapat juga ratusan atau bahkan ribuan pulau lain yang tidak berpenghuni.

 
Salah satu sisi Kepulauan Seribu

Perjalanan menuju ke Kepulauan Seribu diawali

Thursday, February 12, 2015

Makan-Makan di Sulawesi

Tak lengkap rasanya apabila mengunjungi suatu daerah namun tidak mencicipi kuliner khasnya. Seperti halnya pada kunjungan di teman saya, rumah Hijran yang terletak di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang tak luput dari hidangan khas daerah Sulawesi. Karena terletak di cerukan Teluk Palu sebenarnya mudah sekali menemukan seafood seperti kerapu, udang, cumi, hmmm :9. Namun beberapa hidangan berikut jangan sampai luput ketika berkunjung ke Palu.

1. Coto Makassar
Dari namanya saja sudah jelas bahwa hidangan ini berasal dari daerah Makassar, namun di Palu masakan ini juga terkenal. Salah satu tempat yang pas untuk menikmati coto ini adalah di rumah makan Hidangan Coto Makassar Daeng Panji. Sesaat terlihat bahwa Coto Makassar ini seperti masakan kuah saja, namun apabila kita aduk, maka dagingnya yang tersembunyi di dalam kuahnya akan terlihat. Coto Makassar cocok dinikmati dengan tauco, ketupat, serta segelas air es gratis.

Coto Makassar Daeng Panji

Thursday, October 30, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Thank You Palembang (3)

Perjalanan selanjutnya kita mencoba menggunakan transportasi andalan kota Palembang yaitu TransMusi. Trans Musi ini mirip dengan Trans Jakarta, Trans Pakuan, Trans Jogja, semacam itu lah. Hanya saja, kalau busway atau transjakarta menerapkan tarif 3.500 untuk ke semua tujuan asal kita nggak keluar halte, untuk Trans Musi menerapkan tarif 5.000 untuk semua pemberhentian, namun jika kita sampai di pemberhentian akhir kemudian mau balik lagi, maka harus bayar lagi 5.000

Cukup lama kami menunggu TransMusi di halte Masjid Agung. TransMusi untuk jurusan Jakabaring sepertinya agak jarang lewat. Namun akhirnya yang ditunggu datang juga. TransMusi mengantarkan kami menuju ke tempat yang pernah menjadi tuan rumah Sea Games 2011 yaitu kompleks Gelora Sriwijaya Jakabaring. Perjalanan dari kawasan masjid agung melewati jembatan Ampera. Pada siang itu trafik lalu lintas di jembatan Ampera sangat padat tersendat. Sampai di kawasan Jakabaring, cukup dengan jalan kaki 5 menit di bawah terik matahari kita sampai di Gelora Sriwijaya.

Stadion sepak bola itu ramai, kalau ada pertandingan. Kalau tidak ada pertandingan ya sepiii. Termasuk Gelora Sriwijaya ini. Tak pelak kondisi ini dimanfaatkan oleh muda-mudi untuk memadu kasih di sini. Terlihat beberapa muda-mudi sedang asyik menikmati semilir angin di bawah rindangnya pohon. Jangan ditiru ya gaes. Maksud hati ingin menegur atau menolak, apa daya rasa sungkan yang besar dan juga kita mah cuma krucil-krucil yang main ke rumah orang. Yaaah kita doakan aja ya.

Thursday, September 25, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Ampera, Kota Palembang (2)


The Icon

Kata Ami, temenku yang asalnya Palembang,"Hati-hati ya kalian di Palembang, daerahnya rawan maling, simpen hape baik-baik, simpen dompet baik-baik"
"Oke thanks mi"
Biasanya sih kalo main kemana gitu juga tetep waspada, tapi kali ini pas bilang mau ke Palembang Ami nekenin banget . Gak tau juga apakah Ami yg khawatir banget, atau emang daerahnya bener-bener rawan. Yang penting stay positive dan tetep waspada dimanapun kapanpun gan.

Akhirnya sampai juga di Palembang
Tapi belum nyampe jembatan yg di foto atas itu. Ceritanya masih pukul 22.30 di Stasiun Kertapati Palembang. Langsung kita nanya petugas KAI buat nyari tempat sholat. Kata bapak petugas stasiun, "Sholatnya di masjid belakang stasiun aja, soalnya stasiun udah mau ditutup gan". Ya sudah, beranjaklah kita menuju masjid terdekat. Agak disorientasi juga sih, soalnya baru dateng di tanah orang kita langsung jalan aja. Tapi lumayan bisa dipahami lah daerah itu setelah menengok GPS sebentar. Ternyata daerah stasiun itu berdekatan dengan sungai dan terdapat pembongkaran batubara. Yaiyalah, babaranjang aja juga berhenti di daerah ini.

Oke langsung kita menuju ke masjid, untungnya ada beberapa penumpang yang ke masjid juga, jadi setidaknya ada teman juga lah~

Nah ini yang agak sedikit emmmm... Sampai di depan gerbang masjid kami mendapati semacam hiburan rakyat, kalo istilah kami sih orkes. Ada panggung kecil, ada performer, dan ada penonton. Namun bukanlah lagu dangdut atau lagu pop apalagi qosidahan, tetapi yang dimainkan adalah lagu "dus tak dus tak dus tak dus tak dus tak dus tak dus". Semacam house music disko-diskoan gitu gan.

Monday, September 8, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Bandar Lampung - Palembang (1)

Transportasi penyeberangan favorit warga

Rencana ini sudah tersusun sebelumnya, tinggal menunggu waktu yang pas, dan sedikit penyesuaian rencana. Obrolan telepon pagi hari dengan mamet di depan lab pengemasan memutuskan kami untuk move on sejenak dari rutinitas sehari-hari. Satu lagi teman yang menemani kami adalah Kang Dayyus, yang sebelumnya sering minta jalan-jalan bareng he he. Tempat yang kami jajah adalah tempat yang saya juga belum pernah menginjaknya, sebelahan dengan pulau Jawa yaitu Sumatera. Target operasi adalah wilayah Bandar Lampung dan dilanjutkan menuju wilayah Palembang dengan biaya yang sesingkat-singkatnya. Credit terimakasih banyak buat kang Sugi dan Mamet yang sebelumnya sudah survey mengenai perjalanan dari Bogor menuju Pelabuhan Bakauhuni tentu saja dengan biaya ngepres. Dan selanjutnya kami akan meneruskannya sampai ke Sumatera Selatan kang. Yaah kata orang sih semacam backpacking dengan budget yang murah.

Check point perjalanan menuju lampung antara lain 
Stasiun Bogor - Jakarta - Merak - Bakauhuni - Stasiun Tanjung Karang - Stasiun Kertapati - Base camp

27 Mei 2014
Perjalanan menggunakan kereta dimulai sekitar pukul 2 siang dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Duri dengan hanya membayar 4.500 saja dan sampai di Stasiun Duri pukul 4. Di Stasiun duri kami menunggu kereta yang akan mengantar kami menuju ke Pelabuhan Penyeberangan Merak. Dari Stasiun Duri kami berhimpit-himpitan dengan warga-warga Banten yang pulang dari kerasnya hidup di Jakarta. Saya pun baru menyadari kalau hari itu adalah hari Sabtu yang tentunya sangat crowded. Mungkin pada saat itu penumpang di kereta berjumlah sekitar 200% dari ketersediaan tempat duduk, mungkin lebih. Tak ayal himpit-himpitan pun tak terhindarkan untuk mengejar perjalanan yang cepat, lancar, dan murah. Kereta Api Gitu Loh.

Saturday, August 23, 2014

Trekking Ceria : Kawah Ratu

pinus merkusii

Sekitar dua bulan setelah main ke Bandung anak-anak tin47 main lagi ke Kawah Ratu. Berawal dari obrolan di wa akhirnya kita berangkat pagi-pagi agak siang dikit. Kawah Ratu sebenarnya merupakan jalur pendakian ke Gunung Salak dan berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Yakali dong sekian tahun kuliah di Bogor tapi belum pernah coba main ke sini hehe. Sebelum berangkat saya coba cari jalur gps ke kawah ratu, biar gak nyasar gitu ceritanya. Oia jalur ke Kawah Ratu dari gunung salak endah ini bisa dilanjutin menuju puncak Gunung Salak, jalur ini namanya Pasir Reungit, lumayan deket dari Bogor, daripada lewat Cidahu atau jalur lain. Tapi jalur ini kalo ke puncak sih kayaknya muter jadi kayaknya agak jauhan dikit laah..

Friday, August 22, 2014

Tebengan di Bandung

Jadi waktu awal tahun kemaren atas celetukan siapa gitu tiba-tiba mau main ke Bandung. Nggak tau juga sih ke Bandung mau kemana. Yang jelas ada ica alias icul alias Hisana Hanisa di sana, jadi bisa nebeng-nebeng hehe. Siang direncanain, sorenya langsung ngumpul di BNI, cuss dengan armada MGI.

Malemnya nyampe Leuwipanjang, dijemput ica sama cowoknya (temen cowok maksudnya), namanya lupa. Cari makan cari makan akhirnya kita hinggap di Nasi Kalong. Sebenernya nggak tau juga sih mau makan di mana. Namun karena tempat ini rameeeee sampai atrian mengular kaya antri foto ktp. Kalo rame banget kan pasti makanannya banyak yang suka dong. Juga disini ada foto-foto artis gitu, menandakan kalo banyak artis yang suka makan di sini. Fiks lah tempat ini memang terkenal. Jadi ceritanya nasi kalong ini nasinya punya warna item item ungu. Gara-gara nasinya dimasak pake kluwek atau pake apa gitu, yang pasti warnanya jadi item. Lauknya bisa pilih sendiri sesuai selera dan pilihannya pun banyaaakkk, tinggal ambil.   dan bayar.
Dan rasanya enakkkk sip markusip, apa lagi kalo lauknya disikat kabeh hmmm.....

fotonya yg bener cuma ini, yg lain gelap gulita :hammer:

Oke terus balik ke rumahnya ica. Oiya yang bikin random sih sebenernya si tuan rumah yang gak gitu apal sama kota Bandung. Orang ternyata kompleks rumahnya juga gak apal apal banget. Tapi emang orangnya asli baik banget kok hehehe.

Monday, April 21, 2014

Eyang, Membaca

Baru saja aku selesai membaca sebuah buku. Novel tepatnya. Tumben ini aku membaca sebuah buku. Memang aku tidak sering membaca buku, bahkan jarang sekali. Tidak seperti teman dekatku, bahkan dua adikku getol membaca buku. Asa yang suka meminjam buku di perpustakaan sekolah dan membacanya bergantian bersama Eyang. Aninda yang ikut ikutan juga membaca. Bahkan Aninda pernah menitip padaku untuk membelikan sebuah buku yang aku sendiri juga tidak tahu buku apa itu. Alawi, si bungsu yang lebih suka melihat buku yang banyak terdapat gambar. Seingatku dia punya sebuah buku tentang aircraft. Dia memang tertarik dengan yang berbau perang-perangan. Memang kegiatan selingannya adalah bermain game bersama Radit, sepupuku yang juga hobi bermain game, yang juga menyukai game perang-perangan.

Sama seperti Asa, jaman sekolah juga aku sering meminjam buku di perpustakaan sekolah. Aku meminjamnya untuk dibawa ke rumah, namun aku juga terkadang mampir untuk membaca koran. Memang pada saat itu aku lebih senang membaca koran daripada membaca buku. Yah, dari luar saja sudah terlihat setebal bantal. Mau sampai kapan aku membacanya, nanti tidak kunjung tamat capek bacanya. Beda dengan membaca koran yang tidak butuh waktu lama he he.. dan aku juga tertarik dengan hampir semua berita yang ada di koran. Koran favorit keluarga kami adalah Jawa Pos, baik berita olahraga, berita lokal, politik, remaja membuatku tertarik untuk membacanya. Hampir setiap hari minggu loper koran pasti datang ke rumah kami, sudah hapal kalau Jawa Pos nya akan dibeli. Tidak untuk hari-hari biasa, kami memang sering membeli koran, namun tidak setiap hari namun cukup sering, sering. Eyang senang membaca Jawa Pos hari Minggu, terutama karena ada teka-teki silang yang pasti penuh coretan setelah dibaca Eyang. Terkadang masih ada kolom-kolom kosong yang Eyang tidak bisa menjawabnya. Namun tak jarang juga kolom tersebut terisi penuh. Terisi penuh pun, kami tidak pernah mengirimnya ke Jawa Pos, mungkin pernah sekali dua kali, namun sepertinya jarang sekali, atau hampir tidak pernah deh :D

Buku yang sering aku pinjam dari perpustakaan sekolah adalah buku klasik. Sutan Takdir Alisyahbana, Layar Terkembang, Salah Asuhan.

Wednesday, April 16, 2014

Giving and Giving

Sebelumnya, silakan saudara nikmmati video berikut.


Ya, it's all about giving. Memberi. Memberikan sesuatu yang berguna bagi orang lain maupun lingkungannya. Mungin segelintir di antara kita setelah melihat video tersebut merasa pesimis. 

"Ah paling-paling di kenyataan pengemis itu nggak sekolah, bahkan makin kenceng minta-minta. Secara tinggal duduk doang ada orang yang rutin ngasih duit. Apalagi di Indonesia ini"

Nah, kalau kita berpikir demikian, mungkin kita tidak akan pernah melakukan yang namanya memberi. Setiap kita akan memberikan sesuatu, muncul pikiran negatif di benak kita. Selalu menyangsikan apa yang akan kita berikan. Kalau demikian, ga bakal deh kita jadi manusia yang ahli memberi.

Tuesday, February 18, 2014

Hujan Pasir, Gunung Kelud, Lahar Dingin

Malam itu (13/2) sekitar pukul 11 kami masih santai-santai nonton tv sebelum Bu Ndari (bude) nelfon. Bu Ndari mengabarkan kalo di rumahnya (Srengat, Blitar) terlihat petir yang berulang kali terlihat di atas area Gunung Kelud dan disertai oleh gemuruh yang tiada henti. Seketika itu kami segera keluar rumah untuk melihat kondisi tersebut. Dan memang benar dari rumah saya (Pare, Kediri) terlihat petir yang bersahutan namun tidak disertai suara petir seperti biasanya, namun suara yang terdengar adalah gemuruh yang terus menerus terdengar. Perasaan was-was pun semakin menjadi dan ini merupakan pengalaman saya yang pertama.

Petir yang terlihat tidak seperti petir ketika terjadi hujan namun petir yang terus menerus terlihat dan kalau saya bilang seperti petir yang ada di film tornado. Dan ibuk bilang kalau beliau sudah merasaan kondisi ini sebelum Bu Ndari nelfon. Diperkirakan memang letusan kali ini lebih dahsyat daripada letusan Kelud pada tahun 1990 (Ibuk cerita kalau letusan 1990 daerah pare hanya mengalami hujan abu).

Tidak berselang lama terdengar suara gemeritik. Awalnya saya pikir akan turun hujan, namun tidak basah. Dan ibuk juga mendapati kerikil kecil yang jatuh. Fix lah ini bukan hujan air tapi hujan kerikil. Kami segera kembali masuk ke rumah dan terus bersiaga kalau kondisi semakin parah.

Beberapa saat kemudian kilat terlihat beberapa kali dan diikuti dengan suara gemuruh keras. Bahkan tak jarang pula terlihat kilatan yang berwarna merah dengan gemuruh yang keras. Hujan kerikil masih terus berlangsung namun terdengar lebih halus, mirip seperti suara gerimis. Suara gemuruh pun tidak kunjung hilang dan terus terdengar. 

Sekitar dini hari (14/2) suara hujan kerikil mulai berkurang dan mata saya mulai tak tertahan sampai akhirnya tertidur hingga pagi hari.