Showing posts with label ceritaku. Show all posts
Showing posts with label ceritaku. Show all posts

Saturday, September 17, 2016

Masih Ngayogyokarto : Gunung Api Purba Nglanggeran

Puncak Nglanggeran
Jogja ternyata juga punya gunung yang sak klebatan munggah. Namanya Gunung Api Purba Nglanggeran. Didominasi oleh bebatuan. Gunung ini gak terlalu tinggi tapi punya pemandangan yang keren. Ya mirip panderman kalo di Batu lah. Gunung ini terletak di Kabupaten Gunung Kidul. Dan ternyata Gunung Kidul gak cuma punya deretan pepantaian yang amazing tapi juga punya Gegunungan yang menyejukkan.

Nglanggeran bisa ditempuh sekitar 30 menitan dari Sleman. Waktu itu kita ke sana sama Kang Mamet dan Mbak Depi. Beliau berdua berdomisili di Purworejo dan Sleman jadi ya mayan lah satu kawasan deket. Habis sholat subuh kita berangkat ke Nglanggeran. Jalanan sepi dan mulus karena memang masih pagi buta juga.

Di sekitaran Nglanggeran ternyata tidak hanya gunung api saja, namun ternyata juga ada embung alias waduk, biasa dikenal dengan Embung Nglanggeran. Sampai di sana kita putuskan untuk naik ke gunung dulu.

Friday, September 16, 2016

Wisata Kalibiru Ngayogyokarto

Wisata Kalibiru
Jogja memang terkenal akan wisatanya, baik wisata belanja terutama di area malioboro serta wisata budaya.  Secara di jogja ada kraton, banyak candi-candian, bahkan salah satunya pernah masuk di daftar keajaiban dunia, yakni Candi Borobudur. Wisata alam pun gak kalah rame juga. Kalo dulu jaman SMP sekitar tahun 2000an kita ke Jogja, paling wisata alamnya ke pantai Parangtritis. Kalo sekarang lebih banyak lagi pantai yang bisa dijangkau di area Jogja bahkan deretan pantai yang keren-keren. Tidak hanya Parangtritis, sekarang mulai terkenal pantai Indrayanti, Kukup, Depok, Glagah, dan panta-pantai lain di wilayah Jogja terutama daerah gunung Kidul dan Sekitarnya.

Jaman sekarang, klop deh tempat wisata dan media social. Ketika dua hal itu melakukan fusion, maka yang terjadi adalah tempat wisata yang makin dikenal oleh masyarakat modern seperti kita-kita ini. Salah satu korban fusion itu adalah Wisata Kalibiru yang ada di Kabupaten Kulonprogo, Jogja.

Pertama kali terkenal, mungkin maksudnya saya pertama kali mengenal wisata ini dari foto yang ada di Instagram. Taunya sih cuma foto keren kayak teras dari kayu yang ada di atas pohon, jadi bisa ngeliat pemandangan yang MasyaAllah. Tapi nggak terlalu merhatiin tempatnya dimana. Cuma keren aja sih kayaknya. Kayaknya.

Baru deh tau tempatnya yg sebenarnya ketika main ke Purworejo, ke rumah Juragan Mamet.

Wednesday, September 7, 2016

Pendakian Puncak Pawitra Gunung Penanggungan 1653 mdpl

Gunung Arjuno Welirang dilihat dari Puncak Gunung Penanggungan
Biasa banget judulnya. Standar. Jadi banyak yang bilang Gunung Penanggungan itu miniaturnya Gunung Semeru. Yaa, lets prove it lah, apa bener orang bilang gitu. Secara ketinggian saja beda agak jauh sih. Menurut info yang beredar, ketinggian Gunung Semeru 3.676 mdpl dan ketinggian Gunung Penanggungan adalah 1.653 mdpl. Yaa bedanya seribu lebih lah. Jadi Penanggungan ini merupakan agenda selanjutnya bersama Pak No Nova Didit setelah dari Panderman. Beliau sebelumnya memang sudah pernah ke Penanggungan bersama kawan-kawannya namun waktu itu beliau disambut badai di sana. Replay lah kita. Rencana kita berangkat bersama kawan kampusnya Didit. Dari Pare motoran lah kita menuju tkp tempat kumpul pasukan di Alun-Alun Batu. Makan-makan siang sebentar isi perut sambil nunggu mas Eki, pemuda yang berasal dari kepulauan di pojok kanan atas wilayah Jawa dan motornya ber plat M. Ada yg tahu? Ya, mas Eki asalnya dari Kabupaten Sumenep wilayah Kepulauan Kangean. Agak jauh sih. Sepertinya seru kalo main ke sana.

Oke makan-makan kenyang-kenyang kita bertiga langsung gass santai menuju arah Cangar, mampir di minimarket bentar buat isi perbekalan. Kemudian masuk area Tahura R. Soerdjo arah ke Trawas. Melewati jalan yang berkelok naik turun masuk keluar hutan lewat jembatan dan jalan yang kadang agak rusak diselimuti hawa dingin dan latar pemandangan yang indah. Sampailah kita di daerah Tamiajeng, wilayah Kabupaten Mojokerto, deketnya kampus Ubaya. Tamiajeng ini menjadi jalur yang kita pake buat naik ke Penanggungan.

Berangkat dari Batu kita sekitar pukul 2 siang, nyampe di Tamiajeng sekitar pukul 5 sore lah. Santai-santai bentar, kondisi cuaca agak mendung tapi masih worth buat naik. Lapor-lapor perijinan, kita take off pukul setengah 6 sore, sholat Maghrib di pos 1. Sepi banget di pos 1 meski masih ada warung kecil, baying masih kosong, kita pun sholat di atas dipan,daripada buka-buka matras juga. Makan minum bentar beli di warung, lanjut lah kita pamit menuju pos selanjutnya.

Di pos sekian, lupa, ketemu sama rekan pendaki juga dari Tulangan, Sidoarjo. Duh jadi keinget Gus Ali, dulu pernah ngisi tausiah di Masjid Darusshobirin. Lanjut lah kita menapaki perjalanan dalam gelap dan sunyi nya malam. Santai kita jalan akhirnya sampai juga di pos 4, weh ternyata sudah banyak tenda berdiri di area ini. Info dari mas Didit lanjut lah kita untuk buka tenda di puncak bayangan.

Thursday, January 14, 2016

Katanya sih..




Praktis hampir satu tahun tidak ada aktivitas di blog ini, sejak terakhir posting di bulan Februari tahun lalu, sekarang sudah bulan Januari 2016. Sudah lama juga blog ini tidak saya tengok. Baru kemarin saya nengok blog gara-gara temen, si Huri, baru belajar mainan blog. Saya pun teringat bahwa saya juga punya blog.. yang notabene sudah lama tidak tersentuh.

Banyak hal terjadi di di selang waktu antara bulan Februari tahun lalu sampai sekarang. Mulai dari hal kecil yang bermakna sampai hal besar yang lebih bermakna. Peralihan dari dunia kampus menuju dunia luar kampus, yang sampai saat ini sebenarnya masih merasa kangen dengan dunia kampus. Teman sejawat sepenanggungan pun sudah ada yang sukses bekerja, berwirausaha, nikah, punya anak, punya rumah, suksess, sehat selalu, amin.

Pengelolaan diri yang lebih mandiri, dari yang dahulu ada yang back up terkait materil, sekarang sudah mulai bertransformasi menjadi pribadi yang bisa dikatakan lebih mandiri. Kegiatan favorit, yakni hiburan jjs jalan-jalan sore yang sebelumnya terasa gampang dan mudah dilakukan setiap saat -meskipun sering terganjal materil- hingga sekarang yang agak sulit untuk keluar untuk sekedar hiburan jjs. 

Masalah hiburan jalan-jalan nih, ada yang mengatakan kalau

- Di jaman kuliah, waktu luang banyak, bisa jalan-jalan di waktu weekday dimana TKP pun tidak terlalu crowded. Teman pun juga banyak tinggal sepakat mau jalan kapan. Hanya saja di masa ini keuangan pun terkadang jadi kendala, harus berpikir keras supaya bisa very very low cost carrier. Tapi itu ternyata memang memiliki sensasi tersendiri.

Thursday, October 30, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Thank You Palembang (3)

Perjalanan selanjutnya kita mencoba menggunakan transportasi andalan kota Palembang yaitu TransMusi. Trans Musi ini mirip dengan Trans Jakarta, Trans Pakuan, Trans Jogja, semacam itu lah. Hanya saja, kalau busway atau transjakarta menerapkan tarif 3.500 untuk ke semua tujuan asal kita nggak keluar halte, untuk Trans Musi menerapkan tarif 5.000 untuk semua pemberhentian, namun jika kita sampai di pemberhentian akhir kemudian mau balik lagi, maka harus bayar lagi 5.000

Cukup lama kami menunggu TransMusi di halte Masjid Agung. TransMusi untuk jurusan Jakabaring sepertinya agak jarang lewat. Namun akhirnya yang ditunggu datang juga. TransMusi mengantarkan kami menuju ke tempat yang pernah menjadi tuan rumah Sea Games 2011 yaitu kompleks Gelora Sriwijaya Jakabaring. Perjalanan dari kawasan masjid agung melewati jembatan Ampera. Pada siang itu trafik lalu lintas di jembatan Ampera sangat padat tersendat. Sampai di kawasan Jakabaring, cukup dengan jalan kaki 5 menit di bawah terik matahari kita sampai di Gelora Sriwijaya.

Stadion sepak bola itu ramai, kalau ada pertandingan. Kalau tidak ada pertandingan ya sepiii. Termasuk Gelora Sriwijaya ini. Tak pelak kondisi ini dimanfaatkan oleh muda-mudi untuk memadu kasih di sini. Terlihat beberapa muda-mudi sedang asyik menikmati semilir angin di bawah rindangnya pohon. Jangan ditiru ya gaes. Maksud hati ingin menegur atau menolak, apa daya rasa sungkan yang besar dan juga kita mah cuma krucil-krucil yang main ke rumah orang. Yaaah kita doakan aja ya.

Thursday, September 25, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Ampera, Kota Palembang (2)


The Icon

Kata Ami, temenku yang asalnya Palembang,"Hati-hati ya kalian di Palembang, daerahnya rawan maling, simpen hape baik-baik, simpen dompet baik-baik"
"Oke thanks mi"
Biasanya sih kalo main kemana gitu juga tetep waspada, tapi kali ini pas bilang mau ke Palembang Ami nekenin banget . Gak tau juga apakah Ami yg khawatir banget, atau emang daerahnya bener-bener rawan. Yang penting stay positive dan tetep waspada dimanapun kapanpun gan.

Akhirnya sampai juga di Palembang
Tapi belum nyampe jembatan yg di foto atas itu. Ceritanya masih pukul 22.30 di Stasiun Kertapati Palembang. Langsung kita nanya petugas KAI buat nyari tempat sholat. Kata bapak petugas stasiun, "Sholatnya di masjid belakang stasiun aja, soalnya stasiun udah mau ditutup gan". Ya sudah, beranjaklah kita menuju masjid terdekat. Agak disorientasi juga sih, soalnya baru dateng di tanah orang kita langsung jalan aja. Tapi lumayan bisa dipahami lah daerah itu setelah menengok GPS sebentar. Ternyata daerah stasiun itu berdekatan dengan sungai dan terdapat pembongkaran batubara. Yaiyalah, babaranjang aja juga berhenti di daerah ini.

Oke langsung kita menuju ke masjid, untungnya ada beberapa penumpang yang ke masjid juga, jadi setidaknya ada teman juga lah~

Nah ini yang agak sedikit emmmm... Sampai di depan gerbang masjid kami mendapati semacam hiburan rakyat, kalo istilah kami sih orkes. Ada panggung kecil, ada performer, dan ada penonton. Namun bukanlah lagu dangdut atau lagu pop apalagi qosidahan, tetapi yang dimainkan adalah lagu "dus tak dus tak dus tak dus tak dus tak dus tak dus". Semacam house music disko-diskoan gitu gan.

Monday, September 8, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Bandar Lampung - Palembang (1)

Transportasi penyeberangan favorit warga

Rencana ini sudah tersusun sebelumnya, tinggal menunggu waktu yang pas, dan sedikit penyesuaian rencana. Obrolan telepon pagi hari dengan mamet di depan lab pengemasan memutuskan kami untuk move on sejenak dari rutinitas sehari-hari. Satu lagi teman yang menemani kami adalah Kang Dayyus, yang sebelumnya sering minta jalan-jalan bareng he he. Tempat yang kami jajah adalah tempat yang saya juga belum pernah menginjaknya, sebelahan dengan pulau Jawa yaitu Sumatera. Target operasi adalah wilayah Bandar Lampung dan dilanjutkan menuju wilayah Palembang dengan biaya yang sesingkat-singkatnya. Credit terimakasih banyak buat kang Sugi dan Mamet yang sebelumnya sudah survey mengenai perjalanan dari Bogor menuju Pelabuhan Bakauhuni tentu saja dengan biaya ngepres. Dan selanjutnya kami akan meneruskannya sampai ke Sumatera Selatan kang. Yaah kata orang sih semacam backpacking dengan budget yang murah.

Check point perjalanan menuju lampung antara lain 
Stasiun Bogor - Jakarta - Merak - Bakauhuni - Stasiun Tanjung Karang - Stasiun Kertapati - Base camp

27 Mei 2014
Perjalanan menggunakan kereta dimulai sekitar pukul 2 siang dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Duri dengan hanya membayar 4.500 saja dan sampai di Stasiun Duri pukul 4. Di Stasiun duri kami menunggu kereta yang akan mengantar kami menuju ke Pelabuhan Penyeberangan Merak. Dari Stasiun Duri kami berhimpit-himpitan dengan warga-warga Banten yang pulang dari kerasnya hidup di Jakarta. Saya pun baru menyadari kalau hari itu adalah hari Sabtu yang tentunya sangat crowded. Mungkin pada saat itu penumpang di kereta berjumlah sekitar 200% dari ketersediaan tempat duduk, mungkin lebih. Tak ayal himpit-himpitan pun tak terhindarkan untuk mengejar perjalanan yang cepat, lancar, dan murah. Kereta Api Gitu Loh.

Saturday, August 23, 2014

Trekking Ceria : Kawah Ratu

pinus merkusii

Sekitar dua bulan setelah main ke Bandung anak-anak tin47 main lagi ke Kawah Ratu. Berawal dari obrolan di wa akhirnya kita berangkat pagi-pagi agak siang dikit. Kawah Ratu sebenarnya merupakan jalur pendakian ke Gunung Salak dan berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Yakali dong sekian tahun kuliah di Bogor tapi belum pernah coba main ke sini hehe. Sebelum berangkat saya coba cari jalur gps ke kawah ratu, biar gak nyasar gitu ceritanya. Oia jalur ke Kawah Ratu dari gunung salak endah ini bisa dilanjutin menuju puncak Gunung Salak, jalur ini namanya Pasir Reungit, lumayan deket dari Bogor, daripada lewat Cidahu atau jalur lain. Tapi jalur ini kalo ke puncak sih kayaknya muter jadi kayaknya agak jauhan dikit laah..

Friday, August 22, 2014

Tebengan di Bandung

Jadi waktu awal tahun kemaren atas celetukan siapa gitu tiba-tiba mau main ke Bandung. Nggak tau juga sih ke Bandung mau kemana. Yang jelas ada ica alias icul alias Hisana Hanisa di sana, jadi bisa nebeng-nebeng hehe. Siang direncanain, sorenya langsung ngumpul di BNI, cuss dengan armada MGI.

Malemnya nyampe Leuwipanjang, dijemput ica sama cowoknya (temen cowok maksudnya), namanya lupa. Cari makan cari makan akhirnya kita hinggap di Nasi Kalong. Sebenernya nggak tau juga sih mau makan di mana. Namun karena tempat ini rameeeee sampai atrian mengular kaya antri foto ktp. Kalo rame banget kan pasti makanannya banyak yang suka dong. Juga disini ada foto-foto artis gitu, menandakan kalo banyak artis yang suka makan di sini. Fiks lah tempat ini memang terkenal. Jadi ceritanya nasi kalong ini nasinya punya warna item item ungu. Gara-gara nasinya dimasak pake kluwek atau pake apa gitu, yang pasti warnanya jadi item. Lauknya bisa pilih sendiri sesuai selera dan pilihannya pun banyaaakkk, tinggal ambil.   dan bayar.
Dan rasanya enakkkk sip markusip, apa lagi kalo lauknya disikat kabeh hmmm.....

fotonya yg bener cuma ini, yg lain gelap gulita :hammer:

Oke terus balik ke rumahnya ica. Oiya yang bikin random sih sebenernya si tuan rumah yang gak gitu apal sama kota Bandung. Orang ternyata kompleks rumahnya juga gak apal apal banget. Tapi emang orangnya asli baik banget kok hehehe.

Monday, April 21, 2014

Eyang, Membaca

Baru saja aku selesai membaca sebuah buku. Novel tepatnya. Tumben ini aku membaca sebuah buku. Memang aku tidak sering membaca buku, bahkan jarang sekali. Tidak seperti teman dekatku, bahkan dua adikku getol membaca buku. Asa yang suka meminjam buku di perpustakaan sekolah dan membacanya bergantian bersama Eyang. Aninda yang ikut ikutan juga membaca. Bahkan Aninda pernah menitip padaku untuk membelikan sebuah buku yang aku sendiri juga tidak tahu buku apa itu. Alawi, si bungsu yang lebih suka melihat buku yang banyak terdapat gambar. Seingatku dia punya sebuah buku tentang aircraft. Dia memang tertarik dengan yang berbau perang-perangan. Memang kegiatan selingannya adalah bermain game bersama Radit, sepupuku yang juga hobi bermain game, yang juga menyukai game perang-perangan.

Sama seperti Asa, jaman sekolah juga aku sering meminjam buku di perpustakaan sekolah. Aku meminjamnya untuk dibawa ke rumah, namun aku juga terkadang mampir untuk membaca koran. Memang pada saat itu aku lebih senang membaca koran daripada membaca buku. Yah, dari luar saja sudah terlihat setebal bantal. Mau sampai kapan aku membacanya, nanti tidak kunjung tamat capek bacanya. Beda dengan membaca koran yang tidak butuh waktu lama he he.. dan aku juga tertarik dengan hampir semua berita yang ada di koran. Koran favorit keluarga kami adalah Jawa Pos, baik berita olahraga, berita lokal, politik, remaja membuatku tertarik untuk membacanya. Hampir setiap hari minggu loper koran pasti datang ke rumah kami, sudah hapal kalau Jawa Pos nya akan dibeli. Tidak untuk hari-hari biasa, kami memang sering membeli koran, namun tidak setiap hari namun cukup sering, sering. Eyang senang membaca Jawa Pos hari Minggu, terutama karena ada teka-teki silang yang pasti penuh coretan setelah dibaca Eyang. Terkadang masih ada kolom-kolom kosong yang Eyang tidak bisa menjawabnya. Namun tak jarang juga kolom tersebut terisi penuh. Terisi penuh pun, kami tidak pernah mengirimnya ke Jawa Pos, mungkin pernah sekali dua kali, namun sepertinya jarang sekali, atau hampir tidak pernah deh :D

Buku yang sering aku pinjam dari perpustakaan sekolah adalah buku klasik. Sutan Takdir Alisyahbana, Layar Terkembang, Salah Asuhan.

Tuesday, February 18, 2014

Hujan Pasir, Gunung Kelud, Lahar Dingin

Malam itu (13/2) sekitar pukul 11 kami masih santai-santai nonton tv sebelum Bu Ndari (bude) nelfon. Bu Ndari mengabarkan kalo di rumahnya (Srengat, Blitar) terlihat petir yang berulang kali terlihat di atas area Gunung Kelud dan disertai oleh gemuruh yang tiada henti. Seketika itu kami segera keluar rumah untuk melihat kondisi tersebut. Dan memang benar dari rumah saya (Pare, Kediri) terlihat petir yang bersahutan namun tidak disertai suara petir seperti biasanya, namun suara yang terdengar adalah gemuruh yang terus menerus terdengar. Perasaan was-was pun semakin menjadi dan ini merupakan pengalaman saya yang pertama.

Petir yang terlihat tidak seperti petir ketika terjadi hujan namun petir yang terus menerus terlihat dan kalau saya bilang seperti petir yang ada di film tornado. Dan ibuk bilang kalau beliau sudah merasaan kondisi ini sebelum Bu Ndari nelfon. Diperkirakan memang letusan kali ini lebih dahsyat daripada letusan Kelud pada tahun 1990 (Ibuk cerita kalau letusan 1990 daerah pare hanya mengalami hujan abu).

Tidak berselang lama terdengar suara gemeritik. Awalnya saya pikir akan turun hujan, namun tidak basah. Dan ibuk juga mendapati kerikil kecil yang jatuh. Fix lah ini bukan hujan air tapi hujan kerikil. Kami segera kembali masuk ke rumah dan terus bersiaga kalau kondisi semakin parah.

Beberapa saat kemudian kilat terlihat beberapa kali dan diikuti dengan suara gemuruh keras. Bahkan tak jarang pula terlihat kilatan yang berwarna merah dengan gemuruh yang keras. Hujan kerikil masih terus berlangsung namun terdengar lebih halus, mirip seperti suara gerimis. Suara gemuruh pun tidak kunjung hilang dan terus terdengar. 

Sekitar dini hari (14/2) suara hujan kerikil mulai berkurang dan mata saya mulai tak tertahan sampai akhirnya tertidur hingga pagi hari.

Wednesday, December 11, 2013

Pendakian Ciremai, Atap Jawa Barat

Ciremai

Sudah sebulan yang lalu posting Gunung Kelud. Kali ini saya mau posting gunung juga, tapi terletak di Jawa Barat. Gunung ini merupakan gunung yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat, tau gunung apa?

Gunung Ciremai.
Gunung ini terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan berada di wilayah Kabupaten Majalengka di sebelah barat dan Kabupaten Kuningan di sebelah timur. Gunung ini dapat didaki melalui 3 jalur yaitu Jalur Linggarjati atau Linggasana, Jalur Palutungan, dan Jalur Apuy. Jalur Apuy terletak di Majalengka sedangkan jalur yang lain terletak di Kuningan. Jalur yang paling ramai dilewati adalah Jalur Linggarjati, namun sekarang para pendaki juga mulai banyak yang melewati 2 jalur lainnya. Jalur Apuy memiliki trek yang lebih cepat dan lebih menanjak daripada jalur lainnya. Karena dapat dilewati lebih cepat maka saya memilih Jalur Apuy untuk pendakian Gunung Ciremai.

Long weekend di pertengahan bulan September 2013 saya dan teman teman memutuskan untuk berangkat. Teman - teman Matipala, departemen TIN mengadakan dua pendakian yaitu pendakian Gunung Ciremai dan Gunung Sumbing. Pasukan yang berangkat ke Gunung Ciremai antara lain saya, Andre, Hijran, Sabroni, Alfyandi, Boris, Elva, dan dua teman saya dari Pare, Edy dan Riza. Rencana untuk menuju jalur apuy yaitu : Angkot dan bis menuju terminal kp. rambutan - bis menuju Cileunyi - elf menuju Pasar Maja - pick up menuju start pendakian Apuy.

Start dimulai hari Jumat sore dari kampus menuju ke Terminal Kampung Rambutan. Di terminal ini udah bejibun bis yang siap berangkat. Kami berangkat via Cileunyi, berangkat malam dan sampai di Cileunyi dini hari. Kemudian di pertigaan Cileunyi yang mengarah ke Cirebon kami mencari angkutan Elf yang menuju ke arah Pasar Maja, tujuan kami. Sedikit susah untuk mencari elf tujuan Maja yang kosong di sini, karena sebagian besar elf yang melintas bertujuan ke Cirebon dan itupun juga sudah penuh. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya kami naik elf dan langsung berangkat menuju Pasar Maja.

Sunday, September 15, 2013

Secuil Kawah Gunung Kelud yang Tersisa

tebing sumbing gunung Kelud
Ceritanya habis lebaran, Mamet mau ke Malang. Ngurus PL nya yang udah mau beres. Tapi entah kenapa belau terdampar di Pare. Ya sudah main aja dulu ke rumahku. Entah kenapa juga terbersit mau ke Kelud. Dan emang pas saya juga belum pernah kesana. Durhaka ini ceritanya belum pernah mampir ke Gunung Kelud, padahal punya daerah sendiri hehe. Kemaren sempet mau ke Kelud juga sih soalnya namun gak jadi gegara ada Mapramda. Btw Mampramda nya keren banget, apalagi pas upacara api unggun.

Okay back to. Alhasil langsung aja saya dan Mamet cabut ke Kelud. Habis sarapan langsung berangkat, karena saya emang ga mau siang siang. Berbekal plang penunjuk arah akhirnya kami sampai di Kelud selama dua jam bersama GL Max hehe.

Kelud sama seperti yang di tivi tivi, yang di kalonder, poster – poster, foto – foto. Namun berbeda banget kalo udah dateng sendiri, ngeliat sendiri. Bener – bener lebih indah. Namun sayangnya saya dahulu belum sempat mengunjungi Kawah Kelud. Dan sekarang sudah muncul anak Gunung Kelud yang menutupi kawah. Beberapa spot menarik dari Gunung Kelud antara lain Anak Gunung, tebing sumbing yang jadi primadona para climbers, gardu pandang yang tangga nya kebanyakan dan bikin capek -halah.

Tidak semua kawah Kelud tertutup dengan anak gunung Kelud. Terdapat kawah kecil seperti danau di pojok tepi anak gunung. Kawah kecil ini dapat dilihat dari tangga yang menuju gardu pandang. Hipotesis saya dan mamet, kawah kecil berisi air itu dapat dicapai dengan cara memutar. Turun melalui jalan utama yang menuju anak gunung kemudian menyisir di tepian gunung. Tapi tidak tahu juga kalau misalnya ada jalan lain.

Tapi dasarannya arek bolangers, kami mencoba memotong jalan, menembus pepohonan

Saturday, August 31, 2013

40 Hari Efektif di Surabaya




Akhir semester 6 adalah periode kawan – kawan Fateta untuk melaksanakan Praktek Lapangan (PL). Saya berkesempatan melaksanakan PL di PT Smart, Tbk. Rungkut, Surabaya. Industri yang bergerak di bidang minyak goreng, margarin, dan shortening. Produk mereka dengan ratusan merk dagang ini sudah merajai pasar domestik maupun pasar ekspor. Merk dagang andalan mereka sudah akrab pula di telinga kita yaitu Filma. Hehe jadi promosi ini ceritanya.

Bersama Pujo dan Riris kami bertiga doang yang PL di Surabaya. Banyak faktor saya mengajukan PL di sini. Dan faktanya memang menyenangkan selama PL di Surabaya ini hehe. Dalam 40 hari efektif atau sekitar sebulan setengah ini saya bertemu dengan orang baru dan bertemu dengan orang lama. Sebelumnya kalo main – main ke Surabaya nebeng ke kosan temen. Sekarang (selama sebulan setengah) kalo ada temen kesini nebengnya ke kosan saya hehe.

Kantor bagian saya (Filling and Packaging) yang full ac full musik. Now playing nya kalo nggak dangdutan ya lagu kenangan nostalgia gitu hehe.
Ceplosan ‘Tombo luweee’

Friday, August 30, 2013

Trekking Pulau Sempu : Nice Island South of Java






Liburan semester, itungan ketika periode PL. Kemarin akhir Juni sebelum saya berangkat PL (Praktek Lapangan), saya bersama kawan – kawan Sanggarman menyempatkan singgah di Kabupaten Malang. Kali ini ada 5 pasukan yang ikut, yaitu Saya, Tama, Ranti, Putri Kumon, dan Asa. Ada apa sih di Malang? Banyak. Mulai dari wisata keluarga, gunung, dataran tinggi, pantai, dll. Kali ini kami berkunjung di Pulau Sempu. Pulau yang berada di sebelah selatan dari dataran Malang.
Sesuai wilayahnya, Pulau Sempu bisa dijangkau dari Malang. Dari daerah manapun di Kota Malang naik angkot menuju terminal Gadang. Selanjutnya naik angkot lagi semacam elf menuju Turen. Dari Turen naik angkot biru muda menuju Sendang Biru. Sendang Biru merupakan pantai atau dermaga kecil tempat penyebrangan menuju Pulau Sempu. Di Sendang Biru kita juga bisa menemukan TPI (Tempat Pelelangan Ikan), tempat cari ikan yang murah meriah. Dari Malang sampai Sendang Biru perjalanan ditempuh sekitar 2 jam. Dari Sendang Biru menuju Pulau Sempu menggunakan kapal kecil selama 15 menit. Kapal ini bisa dinaiki sampai sekitar 8 orang. Namun sebelum menyeberang ke Pulau Sempu kita harus memiliki ijin untuk memasuki wilayah ini. Kalau baru pertama kali kesini mungkin bisa menyewa guide untuk menunjukkan jalan.

Tujuan utama di Pulau Sempu adalah Segara Anakan, semacam laguna berisi air laut yang dikelilingi oleh bebatuan terjal. Gelombang air laut masuk melalui karang bolong sehingga timbul genangan air laut yang menyerupai danau. Selain itu juga ada beberapa pantai di sekitar itu yang masih dapat kita explore.

Karena kami hanya punya waktu 2 hari, tujuan kami hanyalah Segara Anakan. Tidak sempat mengeksplor keindahan panti di sekitarnya. Dengan perahu yang menyebrangkan ke pulau ini, kami diturunkan di bibir pulau yang banyak orang menyebutnya dengan Teluk Semut. Banyak tumbuhan bakau memang di sini. Trekking dimulai dari sini. Untuk menuju Segara Anakan kurang lebih memakan waktu 2 sampai 3 jam. Tapi dengan catatan.

Wednesday, June 12, 2013

Pendakian Cikuray : Dengkul Mepet Bathuk



Yak seperti biasa, kalau ga salah kemarin sekitar akhir bulan April habis UTS saya dan kawan kawan jalan - jalan ke Kabupaten Garut. Di garut ada 3 gunung yang banyak dikunjungi oleh pendaki yaitu Gunung Papandayan, Gunung Guntur, dan Gunung Cikuray. Tujuan kita kali ini adalah Gunung Cikuray. Gunung ini memiliki ketinggian 2818 mdpl merupakan gunung yang tertinggi.. di Garut hehe. Setelah mempersiapkan segala peralatan dan logistik, serta ngumpulin info info dari inet kami siap berangkat. Pasukan kami kali ini ada delapan ekor yaitu Mamet, Pujo, Daud, Boris,  Alfiyan*cuk, Elok, Hafiz dan saya.


Jumat 26 April

Hari sabtu sore kami setelah semua siap kami berangkat naik angkot dari kampus ke Terminal Baranangsiang dan dilanjut ngebis sampai Terminal Kampung Rambutan. Dari sini kita naik bis menuju ke Garut. Sepanjang perjalanan diisi dengan tidur hehe. Udah gitu doang pas tanggal 27 nya, naik angkot naik bis naik bis, udah hehe.


Sabtu 27 April

Friday, April 12, 2013

Palu, Bumi Tadulako yang Luar Biasa : (2) Yang Unik

1. Angkot ?
Kalo di Bogor angkutan umum buat keliling kota ada angkot yang bejibun sama transpakuan, sedangkan di Palu sedikit berbeda, angkutan umum di sini orang bilangnya taksi sama argo. Apa nih maksudnya?

Taksi
Taksi adalah sebutan untuk angkot, angkot/taksi di sini jurusannya tidak menentu. Suka - suka si sopirnya, lah? Iya, jadi jurusan angkot/taksi di sini fleksibel, misal kalo mau ke daerah A, bilang sama sopirnya, kalo sopirnya mau lewat situ ya hayuuk, kalo nggak ya cari yang lain. Hehe unik ya, karena itu kali dibilang taksi, bisa ke mana - mana semau anda asal cucok sama sopirnya hehe.
Trus warnanya biru muda kaya taksi blue bird. Apa ini versi angkotnya yah, blue chicken? hadeh haha

Argo
Argo adalah sebutan untuk taksi (taksi yang sebenernya yah). Hmm masuk akal juga sih, kan taksi pake argo. Jadi orang bilangnya argo


angkot Palu : blue sky kaya blue bird

Friday, April 5, 2013

Palu, Bumi Tadulako yang Luar Biasa : (1) Place to Visit

Baru sempet jalan - jalan di pulau Jawa dan sekitarnya, masih belum pernah ke pulau gede lainnya. Jadi lah tertarik untuk mengunjungi Celebes alias Pulau Sulawesi. Kali ini saya akan berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah.

Jadi ceritanya habis dari fieldtrip TIN Jawa - Bali pulang ke Pare bentar naro baju kotor, ambil baju lagi, langsung cabut ke Surabaya take off ke Palu, hehe. Jadi ini mumpung dapat promo kapal mabur, saya, Elok, Tiara sama tuan rumah Hijran mau main main bentar ke Palu. Kan rumahnya Hijran tuh, jadi urusan logistik aman daaah.. hehe thanks jran.

Setelah sekitar hampir 2 jam penerbangan dari Surabaya, kami landing di Bandara Mutiara, ga terlalu besar sih, tapi imut hehe semacam Bandara Selaparang di Lombok yang lama deh. Namun bandara di Palu ini akan segera dibangun dan diperbesar. Bandara ini terletak di Palu Selatan 

Palu from sky

Sunday, March 17, 2013

Petakilan di Pantai Carita

:)
Yak, kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Kabinet Merah Muda, singkatnya BEM F lah hehe diakhiri di Pantai ini. Kegiatan farewell pengurus BEM di Pantai Carita Banten. Tema kegiatan ini adalah : Bersenang - senang :D hehe

Makasih buat teman - teman BEM F Merah Muda. Sejak pertama dilantik sampai acara farewell ini. So many great things that we got there. Banyak hal yang sangat bermanfaat, banyak pengalaman berharga yang kita peroleh. Tawa, tangis, sendu, galau, riang, bahagia, kita rasakan bersama. Semoga persahabatan ini terjalin semakin erat, lebih erat dari tali tambang yang kita tarik - tarik kemaren, hehe.

Siapa kita ? MERAH
Siapa kita ? MUDA
Siapa kita ? MERAH MUDA BERANI
Hu Ha :D

Sedikit foto petakilan / pencilakan / tingkah laku kita nih


sunset
petakilan


Thursday, February 28, 2013

Surabaya Kota Pahlawan (2)

Jadi jalan - jalan yang di Surabaya kemaren tuh belum sempet khatam lah ya hehe.. Kemarin akhir tahun pas libur hari tenang saya sempet main kesana lagi. Cuman bentar sih sehari dua hari kalo ga salah

Stadion Gelora Bung Tomo

Oke yang pertama saya  main - main ke Stadion Gelora Bung Tomo. Yah hampir sama lah ya namanya sama yang di Senayan, cuma ini namanya Bung Tomo. Stadion ini terletak di daerah Benowo, Surabaya Barat yang cukup dekat dengan wilayah Gresik. Kalau ga salah stadion ini mulai dibuka pada tahun 2010 namun sampai sekarang masih dalam tahap pengerjaan. Jadi Stadion Gelora Bung Tomo rencananya akan dibuat kompleks olahraga gitu semacam Senayan. Nah, yang sudah berdiri adalah Stadion Utama yang sekarang digunakan sebagai kandang Persebaya dan Lapangan indoor yang biasanya digunakan untuk futsal maupun volleyball.