Wednesday, September 7, 2016

Pendakian Puncak Pawitra Gunung Penanggungan 1653 mdpl

Gunung Arjuno Welirang dilihat dari Puncak Gunung Penanggungan
Biasa banget judulnya. Standar. Jadi banyak yang bilang Gunung Penanggungan itu miniaturnya Gunung Semeru. Yaa, lets prove it lah, apa bener orang bilang gitu. Secara ketinggian saja beda agak jauh sih. Menurut info yang beredar, ketinggian Gunung Semeru 3.676 mdpl dan ketinggian Gunung Penanggungan adalah 1.653 mdpl. Yaa bedanya seribu lebih lah. Jadi Penanggungan ini merupakan agenda selanjutnya bersama Pak No Nova Didit setelah dari Panderman. Beliau sebelumnya memang sudah pernah ke Penanggungan bersama kawan-kawannya namun waktu itu beliau disambut badai di sana. Replay lah kita. Rencana kita berangkat bersama kawan kampusnya Didit. Dari Pare motoran lah kita menuju tkp tempat kumpul pasukan di Alun-Alun Batu. Makan-makan siang sebentar isi perut sambil nunggu mas Eki, pemuda yang berasal dari kepulauan di pojok kanan atas wilayah Jawa dan motornya ber plat M. Ada yg tahu? Ya, mas Eki asalnya dari Kabupaten Sumenep wilayah Kepulauan Kangean. Agak jauh sih. Sepertinya seru kalo main ke sana.

Oke makan-makan kenyang-kenyang kita bertiga langsung gass santai menuju arah Cangar, mampir di minimarket bentar buat isi perbekalan. Kemudian masuk area Tahura R. Soerdjo arah ke Trawas. Melewati jalan yang berkelok naik turun masuk keluar hutan lewat jembatan dan jalan yang kadang agak rusak diselimuti hawa dingin dan latar pemandangan yang indah. Sampailah kita di daerah Tamiajeng, wilayah Kabupaten Mojokerto, deketnya kampus Ubaya. Tamiajeng ini menjadi jalur yang kita pake buat naik ke Penanggungan.

Berangkat dari Batu kita sekitar pukul 2 siang, nyampe di Tamiajeng sekitar pukul 5 sore lah. Santai-santai bentar, kondisi cuaca agak mendung tapi masih worth buat naik. Lapor-lapor perijinan, kita take off pukul setengah 6 sore, sholat Maghrib di pos 1. Sepi banget di pos 1 meski masih ada warung kecil, baying masih kosong, kita pun sholat di atas dipan,daripada buka-buka matras juga. Makan minum bentar beli di warung, lanjut lah kita pamit menuju pos selanjutnya.

Di pos sekian, lupa, ketemu sama rekan pendaki juga dari Tulangan, Sidoarjo. Duh jadi keinget Gus Ali, dulu pernah ngisi tausiah di Masjid Darusshobirin. Lanjut lah kita menapaki perjalanan dalam gelap dan sunyi nya malam. Santai kita jalan akhirnya sampai juga di pos 4, weh ternyata sudah banyak tenda berdiri di area ini. Info dari mas Didit lanjut lah kita untuk buka tenda di puncak bayangan.

Gerimis manis mulai menyambut kita di puncak banyangan. Rame juga ternyata. Cari-cari spot juga lah kita nyang enak buat buka tenda sambil ditemani gerimis manis. Gemerlap lampu kota yang aduhai menghibur kita di tengah tuntutan buka tenda dengan kondisi gerimis. Tenda berdiri, masak-masak, makan-makan,tidur-tidur, capek, istirahat.

Bangun subuh sholat, tancap summit lah kita. Weh ternyata dari puncak bayangan masih jauh untuk menuju puncak sejati Penanggungan yang lebih dikenal dengan Puncak Pawitra. Jalan berbatu, panjang dan tiada arah. Sory-sory itu lagunya Digimon. Jadi memang jalannya berbatu dan menanjak panjang. Secara sekilas memang ada kemiripan dengan summit di Mahameru. Kalo di sana berpasir, di sini berbatu. Banyak bebatuan besar menghiasi perjalanan menuju puncak. Dari kemiringan summit mulai terlihat matahari menyembul. Di puncak terlihat matahari nongol meskipun mataharinya agak sedikit terhalang oleh awan.

Fajar menyingsing
Panorama puncak, entah di puncak manapun memang mantab. Di puncak Pawitra Penanggungan, terlihat gugusan Gunung Arjuno Welirang dan sekitarnya. Padang rumput sabana terbentang luas hejo hijau renyah seperti cendol. Amboi. Di sisi lain puncak juga terdapat Pura. Keren, ada pura di puncak Penanggungan.

Nyantai-nyantai di puncak menikmati semilir hawa yang nyesss. Sambil berangan-angan, tinggi yang katanya hanya seribuan tapi jalan nya juga lumayan capek, tapi juga sesuai dengan pemandangan panorama yang mantab, panorama gegunungan Arjuno Welirang terutama. Jadi pingin kesana. Sip next time.

Oiya tepat di bawah puncak ada temen-temen yang cerdik lah keren dia buka tenda di bawah puncak, di tepi jurang, daan how lucky tenda yang berdiri pun cuma punya dia doang. Jadi deh obyek bagus yang fotoable. Keren sih, tapi ya agak nyamari bahaya juga buka tenda di padang terbuka gitu, ya meskipun tingginya hanya seribuan sih, tapi yaa tetep lah beresiko, apalagi dekat bibir jurang gitu. Tapi yaa ada pertimbangan masing-masing. Entah juga kalo itu cuma buat dummy, buat foto-foto doang. Entahlah.

Panorama bawah puncak

Turun lah kita kembali ke tenda. Di sepanjang perjalanan turun baru dah terlihat batu-batuan gede yang menghiasi perjalanan tadi memang benar indahnya. Lagian tadi pas naik masih gelap sih, jadi tidak kelihatan jelas. Batu-batuan ini pun juga jadi obyek yang fotoable banget. Banyak kawan pendaki yang foto-foto di atas batu. Yaa meskipun agak beresiko jatoh sih karena memang batunya tinggi-tinggi. Yaa kalo bisa jangan terlalu ambil resiko lah nanti jatuh berabe.

Bebatuan
Sampai tenda beberes beberes santai-santai masak-masak makan-makan sambil ngeliatin pendaki turun. Udah repacking, turunlah kita sekitar pukul 11 siang. Ebuset jalan turun becek semua ternyata gara-gara hujan semalam yang membasahi tanah sehingga agak licin. Di perjalanan turun kita papasan dengan beberapa pendaki yang lagi naik. Cumin ada juga pendaki yang sepertinya tidak terlihat seperti pendaki dengan gearnya yang macem-macem. Lebih terlihat seperti kawan yang mau ibadah di Pura di puncak. Terlihat mereka membawa perlengkapan ibadah seperti dupa dan laninnya. Kita turun ternyata banyak juga yang lagi naik. Pos 1 ramai juga, banyak yang jajan.  Bayang pun penuh semua, tidak seperti kemarin, iyalah kemarin malam sih. Mampir beli es tebu untuk menambah kesegaran sebelum sampai basecamp. Sekitar pukul 2 sampai lah kita di basecamp. Santai-santai, nyoto-nyoto, beli pentol, poto-sebentar. Berpisah lah kita dengan mas Eki. Saya dengan mas Nova bablas ke pare via Mojokerto. Mas Eki bablas balik ke Batu. Di jombang mampir di bakso mama di kidule jomplangan. Mayan, bisa coba disana kalo mampir.

Eki dan alam


Basecamp

Jalur pulang licin

2 comments: