Rabu, 19 Oktober 2011

Agroindustri ?


Modal utama Indonesia adalah pertanian.
Agroindustri adalah industri pertanian.
industri yang mengolah hasil pertanian.
Menurut saya, agroindustri merupakan industri yang mengolah hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah (added value) suatu bahan hasil pertanian. Nilai tambah tersebut tidak hanya dari sisi kegunaan saja, namun juga nilai tambah dari sisi finansial, yakni nilai jualnya. Karena apabila suatu komoditi dijual dengan mentah begitu saja akan berbeda harganya dengan komoditi yang telah melalui proses pengolahan menjadi produk.

Lantas, apa perbedaan antara komoditi dengan produk ? bukankah itu sama? Beda.
Komoditi adalah hasil pertanian yang belum mengalami proses pengolahan, jadi masih berupa bahan mentah, seperti komoditi gandum, komoditi jagung.

Produk adalah hasil pertanian yang telah mengalami proses pengolahan dan telah diberi nilai tambah, misalnya produk tepung terigu, produk keju cheddar, dll.



Sebenarnya Indonesia merupakan surga dunia yang meenghasilkan berbagai macam hasil pertanian (secara luas). Akan tetapi sebagian besar hasil pertanian Indonesia diekspor dalam bentuk bahan mentah. Oleh perusahaan asing, bahan tersebut diolah menjadi produk jadi dan dipasarkan lintas negara, termasuk Indonesia. Jadi kasarannya, Indonesia menjual bahan baku dengan harga yang murah, kemudian, membeli hasil jadi dengan harga yang mahal. Bukankah itu suatu hal yang sebenarnya tidak perlu?

Yang menjadi masalah sekarang adalah proses, bagaimana kita bisa memproses bahan baku pertanian untuk menjadi produk yang siap pakai dan lebih ‘berharga’. Karena bila kita mampu memproses bahan baku pertanian dan mengekspornya ke luar negeri, besar kemungkinan Indonesia akan menjadi negara yang kaya raya (anggap tak ada korupsi). Bahan baku sudah disiapkan oleh bumi Indonesia. Tinggal kitanya saja, bagaimana kita belajar untuk mengolah modal tersebut dan mempraktekannya secara nyata untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Itu tugas kita men !!

2 komentar: