Tuesday, January 25, 2011

Backpacking ke Gunung Bromo




Setelah pusing memikirkan UAN, saya dan teman teman saya berencana backpacking ke Bromo. Perjalanan ini merupakan yang pertama bagi kami semua. Masing – masing dari kami belum ada yang pernah ke Bromo. Kami hanya bermodalkan informasi yabg kami peroleh dari internet.

Perjalanan dimulai hari Jumat sekitar pukul 9 pagi, meeting point di sekolah kami, dan kami mencari tumpangan di jalan raya samping sekolah. Rencana sholat Jumat kami laksanakan setelah sampai di stasiun Jombang. Namun jam 9 sampai waktu dhhuhur tiba kami belum mendapatkan tumpangan. Akhirnya kami sholat Jumat dulu di Pare. Setelah sholat Jumat, tanpa menunggu lama Subhanallah kami langsung dapat kendaraan untuk menuju ke stasiun Jombang. Mungkin Allah berkehendak bahwa kita harus sholat dullu sebelum bepergian. Namun kami mendapat tumpangan pick up bekas muatan oli, tapi tak apalah meski kami harus jongkok ataupin berdiri untuk menghindari gesekan dengan bekas oli :D

Di stasiun kami bertemu rombongan aremania yang akan bertolak ke jakarta. Jadi saat membeli tiket pun saya harus mengantri sedemikian lama. Dari jadwal kereta pukul 2 siang, ternyata terlambat hingga pukul 3. Setelah menunggu, kami langsung bertolak menuju Probolinggo. Suasana kereta cukup ramai, namun kami masih bisa mendapatkan seat. Setelah melewati Surabaya, banyak penumpang yang turun dan kereta pun sangat lengang. Di gerbong saya bahkan hanya terisi sepuluh orang saja. Jadi bisa memilih tempat sepuasnya :D


Sampailah kami di Stasiun Probolinggo ba’da Isya. Kami segera menuju ke terminal probolinggo sambil mencari masjid untu sholat. Tapi di malam hari tidak banyak angkot yang berkeliaran, bahkan hampir tidak ada. kami pun mampir di warung untuk membeli air mineral.
Sembari melepas lelah, kami ngobrol dengan pemilik warung tentang perjalanan kami. Ternyata keluarganya berasal dari Blitar, tetangga kami Kediri. Namanya adalah pak Mujiono.

Alhamdulillah betapa beruntungnya kami. Kenapa ? ternyata mereka menawarkan tempat menginap bagi kami. Beliau berkata “Seadanya tapi, cuma beralaskan karpet saja”. Namun bagi kami itu bagai tidur di rumah sendiri. Wah, baik sekali keluarga ini.

Setelah sholat, kami akan pergi tidur, namun beberapa dari kami masih belum terlelap karena perut yang keroncongan. Mau keluar cari makan, tapi sudah malam. Tiba – tiba bu Muji menghampiri kami sambil membawa nasi dengan lauk mi dan sambal. Alhamdulillah, kami tidak menyangka mereka sebaik ini. Dalam sekejap, makanan yang disajikan beliau pun ludes :D



Esoknya, kami segera pamit untuk melanjutkan perjalanan. Kami segera mencari angkot dan menuju ke terminal Probolinggo. Di terminal, kami mencari angkutan yang beroperasi ke area gunung Bromo, mereka menyebutnya bison (semacam minibus elf ). Setelah tawar menawar, akhirnya kami mendapat harga 20000 per orang. Tapi kami harus menunggu sampai bisonnya penuh terlebih dahulu baru berangkat. Kami menunggu hampir 2 jam. Namun kami terlebih dahulu sarapan di warung dan membeli bungkusan untuk bekal di sana.

Di perjalanan, pemandangan begitu indah dengan panorama pegunungan. Dan kami merasakan adanya perubahan tekanan, terasa di telinga yang berasa gimana gitu :D Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Sampai di Cemoro Lawang, (pemberhentian terakhir) udara sudah terasa dingin, meskipun cuacanya panas terang. Kami segera berjalan menuju gunung Bromo, namun sebelumnya harus membayar tiket di portal sekitar 5000an lah, agak lupa saya. Tapi kami sedikit memutar otak untuk menghindari portal itu, jadi kami mengambil jalan memutar agar dapat masuk dengan gratis. Hehe :D

Sekitar pukul 10.30 kami menuju ke lautan pasir gunung bromo. Ada 4 alternatif untuk menuju ke sana, yaitu sewa jeep / hardtop 4x4, naik ojek, menunggang kuda, ataupun jalan kaki. Kami memilih alternatif yang terakhir, karena gratis (lagi) dan bisa lebih menikmati sensasinya. Sampai di padang savana, kami merasa seperti musafir yang sedang hijrah melewati padang pasir, haha ngayal nih. Kami sholat dhuhur terlebih dahulu di kaki gunung batok dengan beralaskan mantel. Di area padang pasir memang ada gunung bromo dan gunung batok, namun kita dilarang mendaki gunung batok, hanya gunung bromo saja.




Untuk naik ke gunung bromo, sudah disediakan tangga. Mau ngitung, tapi males, capekk.. haha
Di atas, kami bisa melihat panorama indah, termasuk kawahnya juga. Setelah berpuas – puas di sana, kami segera turun dan mencari musholla untuk shalat. Akhirnya kami juga bermalam di mushola tersebut.



Esok pagi, kami tidak menuju penanjakan ( tempat melihat sunrise) karena uang menipis untuk menyewa jip (maklum anak sekolahan :D), jadilah kami menikmati sunrise alakadarnya :D di sekitaran cemoro lawang. Kemudian, kami segera mencari bison untuk turun gunung. Karena mengejar kereta, kami harus segera ke stasiun. Dengan menambah sedikit ongkos, kami meminta sopir mengantarkn langsung menuju stasiun Probolinggo.

Pukul 10 pagi kami naik kereta menuju Jombang. Namun wow, tidak ada tempat untuk duduk. Terpaksa kami harus berdiri selama sekitar 2 jam. Sampai Surabaya, barulah banyak penumpang turun dan kami akhirnya dapat duduk. Setelah dari stasiun Jombang, kami segera pulang ke Pare dan alhamdulillah sampai rumah sore hari. Jadi total kami pergi selama 3 hari 2 malam.



Rincian biaya :

Tiket kereta api PP : 36000
Ongkos angkot : 2000
Ongkos bison PP : 40000
Makan : 15000

Total biaya minimum yang dikeluarkan 93000
Ga sampai 100000 udah dapet 3 hari 2 malam :DD



4 comments:

  1. Artikel yang bagus tentang Backpacking ke Gunung Bromo. Ini sangat menginspirasi saya akan keindahan pegunungan yang sangat indah. Terima kasih.

    silver coin mlm

    ReplyDelete
  2. kapan2 boleh nih ane diajak gan.. :D

    eh link balik donk ke blog gw, hehe

    ReplyDelete
  3. Pondok Pertanian Tajung "tosari"
    Dalam rangka Memperkenalkan " Tengger-Bromo" dr segala aspek, dengan ini kami buka pondok pertanian tanjung-tosari unt umum, dng hanya membayar 'sukarela' (tanpa tarif)


    Pondok pertaniaan tanjung terletak di dukuh: Tanjung rt.03. rw.03.(KM 99) desa: Baledono. kec: Tosari. kab: Pasuruan Ja-Tim. (Km. 99. dari Surabaya)
    Akses menuju pondok pertanian tanjung: dari 'Pasuruan' ambil arah malang smp di 'Warungdowo' (-+ 7km) belok kiri smp 'Ranggeh' belok kanan menuju 'Pasrepan' >>> 'Puspo' >>> melewati hutan2 mahoni dan pinus smp dukuh 'Jonggo" >>> melewati hutan pinus smp ketemu rumah pertama lansung belok kiri turun kebawah, ” Pondok Pertanian Tanjung” terletak di sebelah kiri jalan dr pasuruan di Km.99 . Kurang lebih 7 km sebelum kec: Tosari.

    @.kamar los + 2 km mandi luar kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukan dana "sukarela" ke kotak dana perawatan pondok pertanian. (tanpa tarif)
    @.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 2 s/d 4 orang. Rp.150.000,- /malam

    *.fasilitas:.dapur,. kulkas,. ruang makan,. teras (4 x 12 m),. halaman api unggun,. tempat parkir unt 6 mobil,. kebun sayur.
    *.bisa masak sendiri dng menganti LPG dsb..Rp.30.000,-
    * dimasakkan prasmanan Rp.20.000,- 1x.makan. ( nego)

    # untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 - 085608326673 ( Elie – Sulis ) 081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).
    # Informasi di Facebook dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

    ReplyDelete