Thursday, January 14, 2016

Katanya sih..




Praktis hampir satu tahun tidak ada aktivitas di blog ini, sejak terakhir posting di bulan Februari tahun lalu, sekarang sudah bulan Januari 2016. Sudah lama juga blog ini tidak saya tengok. Baru kemarin saya nengok blog gara-gara temen, si Huri, baru belajar mainan blog. Saya pun teringat bahwa saya juga punya blog.. yang notabene sudah lama tidak tersentuh.

Banyak hal terjadi di di selang waktu antara bulan Februari tahun lalu sampai sekarang. Mulai dari hal kecil yang bermakna sampai hal besar yang lebih bermakna. Peralihan dari dunia kampus menuju dunia luar kampus, yang sampai saat ini sebenarnya masih merasa kangen dengan dunia kampus. Teman sejawat sepenanggungan pun sudah ada yang sukses bekerja, berwirausaha, nikah, punya anak, punya rumah, suksess, sehat selalu, amin.

Pengelolaan diri yang lebih mandiri, dari yang dahulu ada yang back up terkait materil, sekarang sudah mulai bertransformasi menjadi pribadi yang bisa dikatakan lebih mandiri. Kegiatan favorit, yakni hiburan jjs jalan-jalan sore yang sebelumnya terasa gampang dan mudah dilakukan setiap saat -meskipun sering terganjal materil- hingga sekarang yang agak sulit untuk keluar untuk sekedar hiburan jjs. 

Masalah hiburan jalan-jalan nih, ada yang mengatakan kalau

- Di jaman kuliah, waktu luang banyak, bisa jalan-jalan di waktu weekday dimana TKP pun tidak terlalu crowded. Teman pun juga banyak tinggal sepakat mau jalan kapan. Hanya saja di masa ini keuangan pun terkadang jadi kendala, harus berpikir keras supaya bisa very very low cost carrier. Tapi itu ternyata memang memiliki sensasi tersendiri.

Tuesday, February 17, 2015

Hiking Santai : Pendakian Bukit atau Gunung Panderman

Buat teman-teman yang lagi cari tempat buat pentaikat alias pendakian santai nan singkat hehe maksa singkatannya. Bisa coba berkunjung ke daerah Batu Jawa Timur. Di daerah Batu terdapat semacam gunung dan atau bisa disebut juga dengan bukit karena tingginya yang tidak terlalu tinggi sekitar 2000 mdpl. Gunung itu bernama gunung panderman. Kalau dari arah Malang arahnya ke arah Batu. Sebelum alun-alun Batu belok kananlah kemudian tanya-tanya aja sama penduduk kalo mau ke panderman liwat mana hehe.
 
Pemandangan dari Panderman

Pendakian panderman termasuk

Saturday, February 14, 2015

Surganya Jakarta : Kepulauan Seribu

Macet dan polusi. Barangkali dua kata itu yang terlontar dari masyarakat ketika ditanya tentang Ibukota Indonesia yakni Kota DKI Jakarta. Memang secara terpampang nyata macet dan polusi adalah hidangan sehari-hari yang biasa dinikmati. Lama-lama bakal jenuh juga ya kalau setiap hari bergulat dengan hal-hal tersebut.

Nah, ternyata nih Jakarta tidak hanya mempunyai macet dan polusi saja, Jakarta juga punya surga loh. Surga kawasan wisata alam yang jauh dari macet dan polusi. Berasa oase di padang pasir deh hehe Wilayah tersebut berada di sebelah utara Jakarta, yaitu Kepulauan Seribu. Banyak pulau-pulau kecil yang terdapat di Kepulauan Seribu dan menyimpan berjuta pesona. Ada beberapa pulau besar yang dihuni oleh masyarakat Jakarta seperti Pulau Tidung, Pramuka, dan Harapan. Namun terdapat juga ratusan atau bahkan ribuan pulau lain yang tidak berpenghuni.

 
Salah satu sisi Kepulauan Seribu

Perjalanan menuju ke Kepulauan Seribu diawali

Thursday, February 12, 2015

Makan-Makan di Sulawesi

Tak lengkap rasanya apabila mengunjungi suatu daerah namun tidak mencicipi kuliner khasnya. Seperti halnya pada kunjungan di teman saya, rumah Hijran yang terletak di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang tak luput dari hidangan khas daerah Sulawesi. Karena terletak di cerukan Teluk Palu sebenarnya mudah sekali menemukan seafood seperti kerapu, udang, cumi, hmmm :9. Namun beberapa hidangan berikut jangan sampai luput ketika berkunjung ke Palu.

1. Coto Makassar
Dari namanya saja sudah jelas bahwa hidangan ini berasal dari daerah Makassar, namun di Palu masakan ini juga terkenal. Salah satu tempat yang pas untuk menikmati coto ini adalah di rumah makan Hidangan Coto Makassar Daeng Panji. Sesaat terlihat bahwa Coto Makassar ini seperti masakan kuah saja, namun apabila kita aduk, maka dagingnya yang tersembunyi di dalam kuahnya akan terlihat. Coto Makassar cocok dinikmati dengan tauco, ketupat, serta segelas air es gratis.

Coto Makassar Daeng Panji

Thursday, October 30, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Thank You Palembang (3)

Perjalanan selanjutnya kita mencoba menggunakan transportasi andalan kota Palembang yaitu TransMusi. Trans Musi ini mirip dengan Trans Jakarta, Trans Pakuan, Trans Jogja, semacam itu lah. Hanya saja, kalau busway atau transjakarta menerapkan tarif 3.500 untuk ke semua tujuan asal kita nggak keluar halte, untuk Trans Musi menerapkan tarif 5.000 untuk semua pemberhentian, namun jika kita sampai di pemberhentian akhir kemudian mau balik lagi, maka harus bayar lagi 5.000

Cukup lama kami menunggu TransMusi di halte Masjid Agung. TransMusi untuk jurusan Jakabaring sepertinya agak jarang lewat. Namun akhirnya yang ditunggu datang juga. TransMusi mengantarkan kami menuju ke tempat yang pernah menjadi tuan rumah Sea Games 2011 yaitu kompleks Gelora Sriwijaya Jakabaring. Perjalanan dari kawasan masjid agung melewati jembatan Ampera. Pada siang itu trafik lalu lintas di jembatan Ampera sangat padat tersendat. Sampai di kawasan Jakabaring, cukup dengan jalan kaki 5 menit di bawah terik matahari kita sampai di Gelora Sriwijaya.

Stadion sepak bola itu ramai, kalau ada pertandingan. Kalau tidak ada pertandingan ya sepiii. Termasuk Gelora Sriwijaya ini. Tak pelak kondisi ini dimanfaatkan oleh muda-mudi untuk memadu kasih di sini. Terlihat beberapa muda-mudi sedang asyik menikmati semilir angin di bawah rindangnya pohon. Jangan ditiru ya gaes. Maksud hati ingin menegur atau menolak, apa daya rasa sungkan yang besar dan juga kita mah cuma krucil-krucil yang main ke rumah orang. Yaaah kita doakan aja ya.

Thursday, September 25, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Ampera, Kota Palembang (2)


The Icon

Kata Ami, temenku yang asalnya Palembang,"Hati-hati ya kalian di Palembang, daerahnya rawan maling, simpen hape baik-baik, simpen dompet baik-baik"
"Oke thanks mi"
Biasanya sih kalo main kemana gitu juga tetep waspada, tapi kali ini pas bilang mau ke Palembang Ami nekenin banget . Gak tau juga apakah Ami yg khawatir banget, atau emang daerahnya bener-bener rawan. Yang penting stay positive dan tetep waspada dimanapun kapanpun gan.

Akhirnya sampai juga di Palembang
Tapi belum nyampe jembatan yg di foto atas itu. Ceritanya masih pukul 22.30 di Stasiun Kertapati Palembang. Langsung kita nanya petugas KAI buat nyari tempat sholat. Kata bapak petugas stasiun, "Sholatnya di masjid belakang stasiun aja, soalnya stasiun udah mau ditutup gan". Ya sudah, beranjaklah kita menuju masjid terdekat. Agak disorientasi juga sih, soalnya baru dateng di tanah orang kita langsung jalan aja. Tapi lumayan bisa dipahami lah daerah itu setelah menengok GPS sebentar. Ternyata daerah stasiun itu berdekatan dengan sungai dan terdapat pembongkaran batubara. Yaiyalah, babaranjang aja juga berhenti di daerah ini.

Oke langsung kita menuju ke masjid, untungnya ada beberapa penumpang yang ke masjid juga, jadi setidaknya ada teman juga lah~

Nah ini yang agak sedikit emmmm... Sampai di depan gerbang masjid kami mendapati semacam hiburan rakyat, kalo istilah kami sih orkes. Ada panggung kecil, ada performer, dan ada penonton. Namun bukanlah lagu dangdut atau lagu pop apalagi qosidahan, tetapi yang dimainkan adalah lagu "dus tak dus tak dus tak dus tak dus tak dus tak dus". Semacam house music disko-diskoan gitu gan.

Monday, September 8, 2014

Backpacking Sumatera Bolang : Bandar Lampung - Palembang (1)

Transportasi penyeberangan favorit warga

Rencana ini sudah tersusun sebelumnya, tinggal menunggu waktu yang pas, dan sedikit penyesuaian rencana. Obrolan telepon pagi hari dengan mamet di depan lab pengemasan memutuskan kami untuk move on sejenak dari rutinitas sehari-hari. Satu lagi teman yang menemani kami adalah Kang Dayyus, yang sebelumnya sering minta jalan-jalan bareng he he. Tempat yang kami jajah adalah tempat yang saya juga belum pernah menginjaknya, sebelahan dengan pulau Jawa yaitu Sumatera. Target operasi adalah wilayah Bandar Lampung dan dilanjutkan menuju wilayah Palembang dengan biaya yang sesingkat-singkatnya. Credit terimakasih banyak buat kang Sugi dan Mamet yang sebelumnya sudah survey mengenai perjalanan dari Bogor menuju Pelabuhan Bakauhuni tentu saja dengan biaya ngepres. Dan selanjutnya kami akan meneruskannya sampai ke Sumatera Selatan kang. Yaah kata orang sih semacam backpacking dengan budget yang murah.

Check point perjalanan menuju lampung antara lain 
Stasiun Bogor - Jakarta - Merak - Bakauhuni - Stasiun Tanjung Karang - Stasiun Kertapati - Base camp

27 Mei 2014
Perjalanan menggunakan kereta dimulai sekitar pukul 2 siang dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Duri dengan hanya membayar 4.500 saja dan sampai di Stasiun Duri pukul 4. Di Stasiun duri kami menunggu kereta yang akan mengantar kami menuju ke Pelabuhan Penyeberangan Merak. Dari Stasiun Duri kami berhimpit-himpitan dengan warga-warga Banten yang pulang dari kerasnya hidup di Jakarta. Saya pun baru menyadari kalau hari itu adalah hari Sabtu yang tentunya sangat crowded. Mungkin pada saat itu penumpang di kereta berjumlah sekitar 200% dari ketersediaan tempat duduk, mungkin lebih. Tak ayal himpit-himpitan pun tak terhindarkan untuk mengejar perjalanan yang cepat, lancar, dan murah. Kereta Api Gitu Loh.