Thursday, April 21, 2011

Emang Narkoba Gaul ?


Kata siapa ?

Kebanyakan kasus, pecandu narkoba dimulai dari pergaulan yang tidak baik. Mula – mula seseorang pecandu rokok karena komunitasnya, kemudian merambah ke minuman keras dan akhirnya menyentuh narkoba. Untuk sebagian ( kecil ) orang, memegang batang rokok sambil mengisapnya itu keren, bila ditanya, “Habis dari mana ?” jawabnya, “Biasa, minum.. “ dan make narkoba itu punya prestise tersendiri. Tapi sekali lagi, itu hanya bagi sebagian kecil orang ( yang tentunya kurang begitu mengerti apakah itu rokok, miras, narkoba) yang hanya digunakan sepagai ajang gaul – gaulan saja. Dan seringkali seorang remaja muda yang labil, masih suka mengikuti apa yang dilakukan gengnya, termasuk mengonsumsi narkoba. Dan dia merasa gaul dengan hal tersebut.

Jadi, yang dimaksud dengan gaul sebenarnya bukanlah hanya ajang keren – kerenan belaka. Menurut saya, gaul itu mampu bersosialisasi dengan baik dengan orang lain serta tidak ketinggalan berita. Itu saja sih, simple kan. Jadi, dari mana datangnya lelucon bahwa make narkoba itu gaul saya juga kurang tahu persis.

Friday, April 8, 2011

Single Day Backpacking

Mungkin bagi teman – teman yang memiliki waktu sempit untuk refreshing, bisa baca tulisan saya yang masih berantakan ini.

Liburan UAS, saya dan 2 orang teman dari Kediri ( Arizka dan Syahrizal ) akan balik ke kampung halaman, namun kami memutuskan untuk mampir ke Jogja terlebih dahulu untuk liburan. Tidak lama sih, hanya seharian penuh, maka dari itu kami menyebutnya single day backpacking :D. Dari Bogor, kami berangkat ke Stasiun Tanah Abang dengan KRL hari Sabtu pukul 16.30, sebenarnya kami berniat menaiki kereta ekonomi yang murah meriah, tapi karena waktu yang mefet, keburu mengejar kereta jam 18.30 akhirnya kami memutuskan naik Ekspress yang lebih mahal. Sampai stasiun kami segera membeli tiket KA Bengawan jurusan Solo Jebres dan kami turun di stasiun Lempuyangan Jogja.

Sampai di Jogja pukul 7 pagi langsung bersih diri. Tujuan pertama kami adalah Candi Prambanan. Sebelumnya kami bertanya kepada bapak yang ada di mushola, halte Trans Jogja terdekat untuk menuju ke Candi. Kami pun berjalan kaki, tak lama sih, menuju ke halte yang berada di SMP 5. Dari halte tersebut kami naik Trans Jogja 2B dan transit di halte SGM untuk oper ke trayek 1A menuju Prambanan. Ongkosnya murah meriah, Cuma 3000 sampai tujuan, jadi meskipun harus oper trayek, kita hanya bayar 3000 saja. Sampai halte prambanann, setelah makan kami segera menuju ke kompleks Candi Prambanan. Kompleks Candi Prambanan terdiri dari berbagai candi dan saya tidak ingat ada apa aja :D dan ada juga museumnya. Namun setelah mengitip dari luar, dan kesannya tidak meyakinkan , kami tidak jadi masuk. Setelah keluar dari candi, kami segera mencari warung.

Tuesday, April 5, 2011

Mengobati Sariawan

Teman teman pasti pernah terserang penyakit mulut yang namanya sariawan.
Sepele memang, tapi itu lumayan mengganggu kegiatan kita. Mau makan ga enak, mau ngomong ga nyaman. Sariawan atau dikenal dengan sebutan stomatitis adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di lapisan mukosa mulut. Sariawan bisa disebabkan dari beberapa faktor, seperti stres, luka di mulut, alergi makanan, siklus haid, terlalu banyak minum antibiotik atau asam.

Berikut ini saya sertakan beberapa cara untuk mengobati sariawan. Monggo ditingali..

1. Berkumur dengan air garam
Berkumur dengan air hangat yang dicampur garam tiga kali sehari dapat menyembuhkan luka sariawan dengan cepat. Kandungan garam dapat menarik cairan pada luka sariawan sehingga dapat mempercepat penyembuhan.

2. Minum yogurt
Yogurt membantu keseimbangan bakteri di mulut dan tubuh. Hal ini akan mempercepat penyembuhan dan membantu mencegah sariawan. Untuk merasakan hasilnya, pastikan yogurt mengandung acidophilus hidup.

3. Bilas mulut dengan obat tradisional

Thursday, January 27, 2011

Kereta Api ?



Berikut ini beberapa masalah mengenai pembelian tiket kereta api yang baru saya temui pada saat saya akan mudik libur natal dan tahun baru. Mungkin banyak teman – temans yang sudah tahu, tapi tak apalah, kali aja ada yang belum mengetahuinya.

Tidak ada publikasi bahwa tiket KA ekonomi bisa dipesan
Sebelumnya yang saya ketahui hanya tiket KA untuk kelas bisnis dan eksekutif saja yang dapat dipesan, yakni mulai 30 hari menjelang keberangkatan. Namun saya baru mengetahui bahwa ternyata tiket KA ekonomi juga dapat dipesan terlebih dahulu.

Jadi sekitar 3 hari menjelang keberangkatan saya ( menggunakan KA ekonomi ), ternyata teman saya telah mendapatkan tiket kereta dengan jadwal dan kereta yang sama dengan saya ( KA Brantas). Alhasil hari H keberangkatan, saya berangkat pagi – pagi menuju stasiun Tanah Abang untuk membeli tiket, karena takut kehabisan tempat duduk. Yah, meski jam keberangkatan masih pukul 4 sore tapi saya bela- belain datang pagi agar tidak kehabisan tiket. Dan alhamdulillah saya mendapat tiket duduk yang terakhir.

Tuesday, January 25, 2011

Backpacking ke Gunung Bromo




Setelah pusing memikirkan UAN, saya dan teman teman saya berencana backpacking ke Bromo. Perjalanan ini merupakan yang pertama bagi kami semua. Masing – masing dari kami belum ada yang pernah ke Bromo. Kami hanya bermodalkan informasi yabg kami peroleh dari internet.

Perjalanan dimulai hari Jumat sekitar pukul 9 pagi, meeting point di sekolah kami, dan kami mencari tumpangan di jalan raya samping sekolah. Rencana sholat Jumat kami laksanakan setelah sampai di stasiun Jombang. Namun jam 9 sampai waktu dhhuhur tiba kami belum mendapatkan tumpangan. Akhirnya kami sholat Jumat dulu di Pare. Setelah sholat Jumat, tanpa menunggu lama Subhanallah kami langsung dapat kendaraan untuk menuju ke stasiun Jombang. Mungkin Allah berkehendak bahwa kita harus sholat dullu sebelum bepergian. Namun kami mendapat tumpangan pick up bekas muatan oli, tapi tak apalah meski kami harus jongkok ataupin berdiri untuk menghindari gesekan dengan bekas oli :D

Di stasiun kami bertemu rombongan aremania yang akan bertolak ke jakarta. Jadi saat membeli tiket pun saya harus mengantri sedemikian lama. Dari jadwal kereta pukul 2 siang, ternyata terlambat hingga pukul 3. Setelah menunggu, kami langsung bertolak menuju Probolinggo. Suasana kereta cukup ramai, namun kami masih bisa mendapatkan seat. Setelah melewati Surabaya, banyak penumpang yang turun dan kereta pun sangat lengang. Di gerbong saya bahkan hanya terisi sepuluh orang saja. Jadi bisa memilih tempat sepuasnya :D

Tuesday, January 4, 2011

Boso Jowo

Boso Jowo iku kan yo budaya Jawa kan. Seng kudu dipelajari sakben uwong. tapi nyapo yo kok akeh wong saiki seng gak pati iso boso jowo. lek menurutku kui goro - goro pendidikane.

pas SD karo SMP aku biyen diwarahi pelajaran boso jowo karo guruku. tapi SMA wes gak onok pelajaran boso Jowo. opo maneh kuliahan. tambah hora onok, paling eneke mung ning jurusan boso jowo tok.

sakjane i boso jowo luwih kompleks tinimbang boso Indonesia. ning boso jowo enek tingkatane. enek sing jenenge boso ngoko karo kromo.

lek boso ngoko kui rodok kasar, biasane digawe karo sak pantarane awake dhewe. lha lek boso kromo kui digawe karo wong sing luwih tuwa, ga ngormati lah istilahe

masio boso jowo iku mayoritas neng jawa timur karo jawa tengah, tapi bosone wi yo rodo bedo. kadang aku dhewe sing wong jawa timur ora ngerti karo bosone wong jowo tengah. mbuh apane sing bedo, padahal yo podo wae boso jowone.

Yah, yo ngono kui lah jenenge boso jowo, meluas dan merakyat

oiyo, meh lali, sakdurunge taun 2011 ganti taun , Auwalin ngucapne

Selamat Tahun Baru 2011, Semoga Semakin Baik

Friday, December 3, 2010

Peman Indonesia yang (Pernah) Merumput di Luar Negeri ?


Irfan Bachdim, idola baru Indonesia. Pemain asal Belanda keturunan Indonesia itu kini membela panji merah putih. Efektif memang, peran Bachdim yang mencetak gol perdananya ke gawang Malaysia pada piala AFF 2010. Karena memang dia telah terbiasa berkompetisi di liga eropa yang terkenal elite dan profesional.

Sebenarnya sih oke oke saja menaturalisasi ataupun memanggil kembali pemain luar yang berketurunan Indonesia. Hanya saja, satu yang saya sayangkan dari hal tersebut. Menurut saya, seharusnya Bachdim tidak perlu pindah klub ke Indonesia ( kabarnya, Persema mengontrak Bachdim). Karena, atmosfer liga domestik di Indonesia dengan di Belanda jelas beerbeda. Jadi, biarlah dia bermain di Liga Eropa namun apabila dibutuhkan oleh Timnas Indonesia, barulah di mudik.

Harapan saya, semoga nanti bila ada Bachdim - Bachdim lainnya, biarlah mereka tetap berkompetisi di Liga asalnya, tidak perlu merumput di klub Indonesia. Takutnya, performa mereka malah menurun apabila bermain di kompetisi Indonesia. Namun alangkah lebih baik lagi apabila pemain Indonesia banyak yang merumput di luar negeri. Jadi, semangatlah Indonesia. Tunjukkan kepada dunia bahwa KITA BISA !!