
Kata siapa ?
Kebanyakan kasus, pecandu narkoba dimulai dari pergaulan yang tidak baik. Mula – mula seseorang pecandu rokok karena komunitasnya, kemudian merambah ke minuman keras dan akhirnya menyentuh narkoba. Untuk sebagian ( kecil ) orang, memegang batang rokok sambil mengisapnya itu keren, bila ditanya, “Habis dari mana ?” jawabnya, “Biasa, minum.. “ dan make narkoba itu punya prestise tersendiri. Tapi sekali lagi, itu hanya bagi sebagian kecil orang ( yang tentunya kurang begitu mengerti apakah itu rokok, miras, narkoba) yang hanya digunakan sepagai ajang gaul – gaulan saja. Dan seringkali seorang remaja muda yang labil, masih suka mengikuti apa yang dilakukan gengnya, termasuk mengonsumsi narkoba. Dan dia merasa gaul dengan hal tersebut.
Jadi, yang dimaksud dengan gaul sebenarnya bukanlah hanya ajang keren – kerenan belaka. Menurut saya, gaul itu mampu bersosialisasi dengan baik dengan orang lain serta tidak ketinggalan berita. Itu saja sih, simple kan. Jadi, dari mana datangnya lelucon bahwa make narkoba itu gaul saya juga kurang tahu persis.